Pemprov Jatim Bagikan Tes Cepat Antigen ke Daerah-Daerah

SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur, membagikan alat tes cepat antigen ke berbagai daerah. Kebijakan tersebut sebagai salah satu upaya untuk menekan angka meningkatnya kasus COVID-19.

“Tes cepat antigen ini tingkat keefektifan lebih tinggi dibandingkan tes cepat antibodi,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, dr Herlin Ferliana, di sela penyerahan alat tes cepat antigen di di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Rabu (16/12/2020).

Alat yang merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut, diklaim keefektifannya mencapai 85 persen. Dan nantinya difokuskan untuk digunakan kepada orang-orang yang memiliki kontak erat dengan penderita COVID-19. “Untuk mengetahui hasilnya hanya butuh 1-2 jam. Berbeda dengan tes usap Polymerase Chain Reaction (PCR) yang paling cepat satu hari baru keluar hasilnya. Tujuan utamanya untuk memutus rantai penularan COVID-19,” ucap mantan Direktur RS Jiwa Menur tersebut.

Berdasarkan peta situasi COVID-19, dari data nasional pada Rabu (16/12/2020) pukul 16.00 WIB sore, angka kumulatif konfirmasi di Jatim sebanyak 72.124 kasus, setelah hari ini mendapat 755 kasus tambahan baru. Secara rinci, konfirmasi dirawat sebanyak 4.831 kasus (6,7 persen), kemudian konfirmasi sembuh 62.277 kasus (86,35 persen), serta konfirmasi meninggal dunia 5.016 kasus (6.95 persen).

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan, pandemi COVID-19 belum berakhir. Masyarakat diharpakan selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Seperti menggunakan masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan dengan sabun. “Di mana saja harus kita lakukan dan jangan sampai lengah. Pandemi ini belum berakhir dan mari bersama-sama menekan angka penularannya kembali,” kata orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.

Terhadap alat tes cepat antigen, gubernur perempuan pertama di Jatim itu menyampaikan sifatnya skrining. Dimanfaatkan untuk mendukung percepatan mengetahui kasus COVID-19. Di sisi lain, sebagai salah satu upaya penanggulangan COVID-19, Pemprov Jatim juga mengoperasikan Rumah Sakit Lapangan di kawasan Idjen Boulevard, Kota Malang. Kapasitasnya, mencapai 306 tempat tidur, dan akan dipergunakan untuk menangani pasien konfirmasi positif terpapar virus corona dengan gejala ringan hingga sedang.

Rumah Sakit Lapangan Idjen Boulevard, juga telah dilengkapi berbagai fasilitas, seperti konektivitas komunikasi antara pasien dan tenaga kesehatan yang bertugas secara digital, serta CCTV untuk memantau kondisi pasien yang menjalani perawatan. (Ant)

Lihat juga...