Pemukiman Nelayan di Kayong Utara Terendam Banjir

PONTIANAK – Sebanyak 50 kepala keluarga di pemukiman nelayan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat, terendam banjir akibat air pasang laut tinggi yang terjadi di wilayah tersebut.

“Tahun kemarin air pasang hanya 5- 10 cm saja, namun tahun ini mencapai 35 cm, yang jelasnya kami tetap bertahan karena tidak ada tempat tinggal lain lagi,” ujar Kepala Pengurus Rumah Nelayan, Hermanto, saat dihubungi di Sukadana, Kamis (17/12/2020).

Warga yang menempati rumah yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada 2016 silam, terlihat pasrah dengan kondisi alam tersebut yang terjadi hampir setiap tahunnya.

Hermanto menjelaskan, bahwa air yang sudah tinggi sejak pagi kemarin itu membuat alat elektronik sebagian warga rusak, dan barang perlengkapan rumah tangga harus dipindahkan ke tempat yang lebih aman dari rendaman air.

“Kami minta tolong agar Pemda setempat bisa memperhatikan dan memberikan solusi terbaik ke depanya,” kata dia.

Dirinya mengakui, sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah daerah, terkait bencana yang mereka hadapi.

“Sementara ini belumlah, harapan bantuan sembako dan keperluan sehari-hari kami,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Kayong Utara, Nurhabib, meminta masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang terjadi di akhir tahun ini, terutama beraktivitas di laut dan tempat-tempat yang rawan bencana.

“Saya mengimbau kepada masyarakat, bahwa sampai saat ini kondisi laut kita belum bisa bersahabat dengan baik, berdasarakan informasi dari BMKG masih ada akan terjadi cuaca ekstrem, diperkirakan sampai akhir Desember ini,” imbaunya.

Terutama, menurutnya di tempat wisata pantai yang banyak berdiri pohon yang usianya banyak yang sudah cukup tua.

“Dikhawatirkan juga khususnya di Sukadana, hati-hati di pantai tersebut karena menurut kami banyak pohon-pohon yang sudah tua,” jelasnya. (Ant)

Lihat juga...