Pendapatan Pariwisata di Langkawi Turun Drastis

KUALA LUMPUR – Pendapatan sektor pariwisata di Pulau Langkawi, Negara Bagian Kedah, Malaysia mengalami penurunan 80 persen akibat pandemi COVID-19.

“Pendapatan sektor pelancongan pulau ini dilaporkan berjumlah RM1.7 miliar setahun pada 2019, manakala hingga November 2020 pendapatan pelancongan bernilai RM900 juta atau menurun sebanyak 80 persen,” ujar salah seorang menteri di Kantor Perdana Menteri (Tugas-Tugas Khusus) Malaysia, Datuk Seri Mohd Redzuan Yusof, dalam pernyataannya, Rabu.

Dia mengatakan, penurunan pendapatan tersebut disebabkan penutupan perbatasan negara akibat pandemi COVID-19.

“70 persen penduduk Langkawi bergantung pendapatan mereka kepada sektor pelancongan yang terdiri dari perhotelan, pengangkutan, kedai eceran, makanan dan minuman, dan lain-lain seperti agen wisata dan pemandu wisata,” katanya.

Lihat juga...