Pendidikan dan Kesehatan, Penting dalam Upaya Pemberdayaan

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Upaya pemberdayaan masyarakat desa, tidak bisa hanya dengan membangun perekonomian semata. Namun juga pendidikan dan kesehatan, sosial dan budaya, yang memiliki peranan penting dalam pembangunan sumber daya manusia berkualitas.

Untuk itu, sektor pendidikan, kesehatan dan sosial juga menjadi fokus pemberdayaan Yayasan Damandiri melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari.

Di desa Argomulyo, Sedayu, Bantul, peningkatan kualitas sumber daya manusia dilakukan dengan memberikan pelatihan bagi para guru PAUD dan TK, berupa modul dasar aplikatif dan lanjutan, dengan anggaran mencapai Rp133juta.

“Yayasan Damandiri melalui koperasi juga menyalurkan dana hingga Rp56 juta sebagai dana tambahan tunjangan penghasilan bagi para guru PAUD dan TK, masing-masing Rp200.000 untuk jangka waktu empat  bulan kepada 75 guru honorer. Ini sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan para guru,” kata Gatot Nugroho, Ketua sekaligus Manajer Umum Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo.

Baca: Demplot Peternakan Sapi Mandirikan Warga Desa Argomulyo

Gatot menambahkan, untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat sekolah PAUD dan TK, Yayasan Damandiri juga memberikan bantuan Alat Peraga Edukasi (APE) kepada enam PAUD senilai Rp6 juta, sehingga total anggaran yang dikeluarkan di sektor pendidikan mencapai Rp195juta.

Sementara itu di sektor kesehatan, Yayasan Damandiri melalui koperasi juga mengadakan sejumlah program berkelanjutan. Di antaranya, menggelar kegiatan pembentukan dan penyuluhan kader bina keluarga balita (BKD), disertai pelatihan dengan serapan anggaran mencapai Rp34juta.

Juga menyelenggarakan pelatihan kader posyandu balita dan kader posyandu lansia dengan anggaran Rp30juta. Serta memberikan bantuan alat kesehatan kepada tiga posyandu dengan anggaran sebesar Rp3juta.

Gatot mengatakan, sebagai upaya mendorong masyarakat menjaga kebersihan lingkungan demi terciptanya kesehatan warga di tingkat desa, koperasi juga menyalurkan bantuan stimulasi pembangunan TPS (Tempat Pembuangan Sampah Sementara) beserta dua unit sepeda motor roda tiga untuk pengambilan sampah warga. Program ini menelan anggaran Rp90juta.

“Salah satu program kesehatan yang juga tak kalah penting adalah program lantainisasi yang diberikan kepada 181 KK dari kelompok keluarga prasejahtera, yang kondisi lantai rumahnya masih tanah. Program lantainisasi ini menelan anggaran Rp271 juta,” kata Gatot.

Masih menurut Gatot, program jambanisasi berupa penyaluran bantuan jamban leher angsa, berikut kebutuhan semen serta pasir untuk keperluan pemasangan juga diberikan kepada 25 KK dari kelompok prasejahtera dengan anggaran Rp25juta.

“Sehingga total anggaran yang digelontorkan untuk pemberdayaan di bidang kesehatan mencapai Rp454juta,” kata Gatot.

Lihat juga...