Pengamat: Kunci Keberhasilan PJJ, Perubahan Cara Pembelajaran

Editor: Makmun Hidayat

Kepala SMA Pangudi Luhur 1 Yosef Solo, Br. Stefanus Ngadenan menyatakan dalam pembelajaran selama pandemi, sekolah yang dipimpinnya menggunakan sistem collaborative learning. Dimana pembelajaran bisa memberikan nilai lebih pada anak.

“Sekolah yang mampu beradaptasi dan bertransformasi akan menghilangkan dampak negatif dari PJJ. Dan sekolah yang berhasil menjalankan adalah yang mampu berkompetisi dan bertahan dalam menjalani kondisi pandemi,” kata Stefanus dalam kesempatan yang sama.

Dan ia menyebutkan, bahwa untuk menyatakan keberhasilan itu, bukan hanya sekolah yang menyebutkan berhasil.

“Tapi semua aspek yang terlibat dalam pembelajaran tersebut. Baik peserta didik, guru maupun orang tua yang mengalami masa-masa menjadi guru selama masa pandemi. Orangtua yang merasakan beratnya mengajar,” ucapnya.

Pemilihan PJJ, menurutnya merupakan pilihan terbaik, yang mementingkan kesehatan dan keselamatan semua pihak.

“Bukannya tidak ada yang menyatakan, keinginannya untuk kembali tatap muka. Tapi yang menjadi pertimbangan kan kesehatan dan keselamatan. Sehingga, peserta didik, pendidik dan orangtua ditantang untuk melewati masa ini dengan baik. Orangtua merasakan repotnya mendidik anak remaja. Anak juga merasakan kebosanan. Semuanya harus bersinergi dalam memberikan hasil yang terbaik,” pungkasnya.

Lihat juga...