Pengamat Minta Maskapai Perhatikan Prosedur Kelaikan Pesawat Saat Pandemi

JAKARTA — Pengamat penerbangan Farshal Hambali meminta maskapai untuk tetap memperhatikan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan terbang dan kelaikan pesawat meskipun sedang berada dalam situasi sulit akibat pandemi COVID-19.

“Pandemi benar-benar memukul semua sektor bisnis, termasuk bagi industri penerbangan, tapi jangan lupa, manajemen maskapai harus mempertahankan SOP yang berhubungan dengan safety, security dan kelaikan pesawat,” ujar Farshal yang juga pengajar di Universitas Pelita Harapan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan insiden tergelincirnya Lion Air JT-173 dari Batam menuju Tanjung Karang di Bandara Radin Intan II Lampung pada Minggu, 20 Desember 2020 lalu memberi pelajaran penting bagi dunia penerbangan nasional.

Menurut pria yang pernah bekerja di berbagai maskapai internasional itu, sudah selayaknya otoritas penerbangan memberikan perhatian khusus, mengingat banyaknya sejarah kecelakaan dan juga memperhatikan besarnya armada operasional Lion di berbagai rute kawasan timur Indonesia.

Farshal memaparkan untuk penentuan standar kelaikan udara dilakukan oleh Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Dijelaskannya, DKPPU Kementerian Perhubungan melakukan program pengawasan berkesinambungan (surveillance) dengan cara menempatkan Principal Operation Inspector (POI) dan Principal Maintenance Inspector (PMI) atau Inspektur Ahli Perawatan Pesawat Udara untuk memastikan bahwa pemegang Sertifikat Operator Penerbangan melaksanakan kegiatannya sesuai dengan manual (buku-buku panduan) yang telah disetujui Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub.

Lihat juga...