Pengamat: Pembelajaran Tatap Muka di Kota Bekasi Harus Lebih Hati-hati

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Tengku Imam Kobul, pengamat pendidikan saat memberi keterangan di Bekasi, Jabar, Kamis (3/12/2020). Foto: Muhammad Amin

BEKASI — Pengamat Pendidikan Tengku Imam Kobul, meminta Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, lebih hati-hati dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka di wilayahnya.

“Jangan ada unsur terpaksa, karena ada anjuran sekolah tatap muka dari kepala daerah, tapi kenyataannya sekolah belum mampu memenuhi protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah,” ujar Tengku Imam, kepada Cendana News, Kamis (3/12/2020).

Dikatakan, hingga saat ini, pemerintah melalui dinas pendidikan Kota Bekasi belum mengumumkan daftar periksa dan verifikasi validasi sekolah soal protokol kesehatan. Padahal, waktunya sudah mepet, jika pembelajaran tatap muka dilaksanakan Januari 2021.

Menurutnya, sampai hari ini belum ada yang diumumkan lolos daftar periksa untuk melakukan Pembelajaran Tatap Muka di Bekasi. Padahal itu penting agar masyarakat mengetahui berapa jumlah yang memenuhi syarat PAUD, TK, SD, SMP baik negeri maupun swasta, terkait kesiapan melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Sarannya harus lebih terbuka terhadap masyarakat terkait verifikasi seperti apa. Kesiapannya seperti apa. Begitupun antisipasi kedepannya terkait nanti kemampuan daerah untuk menanggulangi jika ada hal klaster baru,” urainya.

Ia meminta, jika sekolah tidak memenuhi Prokes dalam daftar periksanya jangan dipaksa.

“Sekolah tatap muka harus dari kesadaran sekolah sendiri,” tegasnya.

Lihat juga...