Penjualan Kebutuhan Natal Meningkat Untungkan Pedagang

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Sepuluh hari jelang Hari Raya Natal, permintaan sejumlah perlengkapan untuk kebutuhan Natal meliputi pakaian, aksesoris hiasan pohon Natal, kado serta kue kering, mengalami kenaikan.

Pusat perbelanjaan Center Point di Jalan Kartini, Tanjung Karang, Bandar Lampung salah satunya kental dengan suasana Natal.

Valeria, salah satu penjaga tenant atau tempat penjualan aksesoris Natal menyebut permintaan meningkat pada sejumlah item. Memenuhi kebutuhan masyarakat pusat perbelanjaan yang berada di dekat Katedral Kristus Raja, Gereja Marturia Tanjung Karang itu menyediakan kebutuhan Natal. Pohon Natal, aksesoris penghias pohon Natal, kado, parsel dan boneka disediakan.

Permintaan cukup banyak sebut Valeria dominan berupa kebutuhan rumah tangga. Perabotan terbuat dari kaca kristal untuk tempat makanan,minuman paling banyak dicari. Aksesoris Natal berupa pohon cemara imitasi lengkap dengan lampu warna warni dipajang tepat di lantai tiga. Hadiah Natal bagi anak anak berupa boneka salju, topi santa Claus dijual dengan harga terjangkau.

“Sistem pembayaran saat ini memakai dompet digital atau uang elektronik sehingga banyak vendor memberikan harga menarik untuk kebutuhan Natal bagi umat Kristiani sehingga menarik minat masyarakat untuk berbelanja terutama jelang Natal,” terang Valeria yang enggan diambil foto saat ditemui Cendana News, Selasa (15/12/2020).

Valeria bilang harga yang ditawarkan untuk sejumlah kebutuhan Natal rata rata telah didiskon. Strategi penjualan dengan potongan harga berlaku bagi pengguna uang digital yang bekerja sama dengan pusat perbelanjaan tersebut. Cara tersebut efektif untuk menarik pembeli yang akan merayakan Natal. Hiasan rumah berupa pohon cemara imitasi paling banyak dibeli dengan ukuran kecil hingga besar.

Stevani, salah satu warga Teluk Betung menyebut ia hanya membeli pohon Natal, boneka dan perabotan untuk makanan. Meski Natal tahun ini tidak boleh dirayakan pada gereja Paroki dan hanya via online, ia ingin merayakan Natal dengan suasana berbeda. Menggunakan dompet digital ia menyebut mendapat potongan harga hingga 30 persen.

“Saya tidak perlu mengeluarkan uang tunai karena lebih efektif memakai uang elektronik hanya melakukan pemindaian barcode,”cetusnya.

Hadiah Natal untuk kerabat yang dibeli berupa boneka santa Claus, boneka salju juga dibelinya. Selain pernak pernik Natal ia juga menyediakan sejumlah makanan dan minuman ringan untuk hadiah. Hadiah Natal tersebut akan diberikan sebagai kado. Sebab tradisi kunjungan yang tidak boleh dilakukan berganti dengan proses pengiriman hadiah berupa kado.

Burhanudin, pedagang kebutuhan parsel di pasar Bambu Kuning menyebut jelang Natal ia alami peningkatan permintaan. Parsel yang kerap dikirimkan saat Natal oleh kerabat berimbas positif bagi omzet penjualan miliknya. Paket kotak parsel yang dijual mulai harga Rp40.000 hingga Rp70.000 banyak diminati warga yang akan merayakan Natal.

“Kado ukuran kecil dan besar diperuntukkan sebagai hadiah bagi keluarga lain yang tak bisa dikunjungi saat pandemi Covid-19,” terangnya.

Peningkatan penjualan kebutuhan Natal juga terlihat pada pasar Tugu,Tanjung Karang,Bandar Lampung. Sebagian masyarakat yang akan membelikan pakaian,sepatu baru bagi anak anak beri dampak positif bagi pedagang. Samson, pedagang pakaian dan sepatu menyebut seperti lebaran, jelang Natal pun permintaan pakaian meningkat.

Meski tidak sebanyak tahun sebelumnya,jelang Natal kebutuhan masyarakat dongkrak penjualan. Lesunya penjualan imbas daya beli masyarakat yang menurun mulai terlihat meningkat jelang Natal dan Tahun Baru. Sebagian pedagang seperti dirinya memilih melakukan pemberian potongan harga untuk mendorong peningkatan daya beli.

Lihat juga...