Pentingnya Protein Mencegah ‘Stunting’ pada Anak

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Memastikan kualitas dan kuantitas protein yang masuk ke dalam tubuh anak dalam periode emas, akan menghilangkan atau mengurangi potensi terjadinya stunting. Sehingga penting bagi orang tua untuk mengetahui, protein apa yang sudah bisa diberikan kepada bayi dan kapan tepatnya bisa diberikan.

Spesialis Anak, Dr. dr. Wan Nendra, SpA, menyatakan, stunting pada anak bisa terpantau sejak anak berusia empat bulan dan enam bulan dengan mengevaluasi tinggi atau panjang badan bayi dan membandingkannya dengan kurva pertumbuhan.

“Jadi dievaluasi pertama kali pada bulan keempat, apakah anak masih cukup dengan Air Susu Ibu (ASI) saja atau sudah harus diberikan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). Lalu, pada enam bulan dimana makanan pendamping sudah mulai diberikan,” kata Wan Nendra saat talk show online terkait stunting, Jumat (18/12/2020).

Ia menyebutkan MP ASI yang harus diberikan adalah bubur lengkap yang disesuaikan dengan kondisi anak.

“Kalau dulu memang disebutkan bubur susu bisa. Tapi dalam penelitian terbaru, disebutkan bubur susu itu sudah tidak mencukupi. Untuk menghindari stunting, bayi harus diberikan bubur lengkap tapi dalam bentuk yang sesuai dengan tahapan umur mereka,” ucapnya.

Bubur lengkap ini, lanjutnya, adalah bubur yang mengandung karbohidrat dan protein atau lemak.

“Untuk pilihan proteinnya, bisa ikan dan telur. Kalau memang daya belinya cukup, bisa dengan daging,” ucapnya.

Wan Nendra menegaskan untuk pilihan ikan, tidak perlu berpatok pada ikan Salmon, yang dipercaya memang memiliki kadar omega yang tinggi.

“Nggak perlu Salmon. Bahkan ikan Selar yang diberikan secara rutin sebagai campuran dalam bubur lengkap itu cukup. Atau telur. Mungkin bisa mencontoh bubur dari Manado yang lengkap isinya,” paparnya.

Ahli Gizi, Sitti Hikmawatty, yang dihubungi secara terpisah menyebutkan, dalam memberikan makanan pendamping bagi bayi, juga perlu diperhatikan.

Ahli Giz,i Sitti Hikmawatty, saat dihubungi terkait MP ASI untuk mengurangi risiko stunting, Jumat (18/12/2020) – Foto: Ranny Supusepa
Lihat juga...