Penularan Keluarga Dominasi Kasus Covid-19 di Yogyakarta

YOGYAKARTA – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Yogyakarta, menyebut penularan di dalam keluarga masih mendominasi temuan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di kota tersebut.

“Dari total kasus yang tercatat hingga saat ini, hampir separuhnya adalah kasus penularan di dalam keluarga karena adanya kontak erat. Temuannya dari kontak tracing kasus yang sudah muncul,” kata Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Yogyakarta, Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Kamis (24/12/2020).

Menurut dia, jumlah temuan kasus dalam keluarga pada awal pekan lalu mencapai 279 orang, yang kemudian ditemukan 732 kontak erat yang diketahui terkonfirmasi positif terpapar Covid-19.

Karenanya, Heroe mengingatkan, paparan virus Corona jenis baru itu bisa terjadi di mana saja dan kapan saja, bahkan bisa terbawa hingga ke rumah, kemudian menularkan ke anggota keluarga.

“Saat bekerja atau sesudah bepergian bisa saja terpapar virus. Jika tidak menerapkan protokol kesehatan secara ketat, virus bisa terbawa ke rumah dan menulari keluarga. Ini yang terjadi,” katanya.

Pada akhir-akhir ini, lanjut Heroe, pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebagian besar tidak mengetahui dari mana sumber paparannya.

“Yang paling penting, protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah maupun di dalam rumah,” katanya.

Sementara untuk kapasitas Selter Penanganan Covid-19 Yogyakarta yang diperuntukkan bagi pasien tanpa gejala, lanjut Heroe, masih tersedia cukup banyak karena keterisiannya sekitar 40 persen dari total 84 tempat tidur.

“Begitu juga untuk kamar isolasi maupun ICU, masih tersedia,” katanya.

Pada Rabu (23/12), terdapat tambahan 52 pasien positif baru dengan 13 pasien dinyatakan sembuh atau selesai menjalani isolasi mandiri. Total kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta terdapat 1.516 pasien dengan 346 pasien masih dalam perawatan, 1.109 sembuh, dan 61 pasien meninggal dunia.

Heroe yang juga Wakil Wali Kota Yogyakarta ini memastikan akan mengikuti Instruksi Gubernur Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penegakan Protokol Kesehatan pada Libur Natal dan Tahun Baru 2021.

“Saya kira, apa yang diatur dalam intsruksi tersebut selama ini pun sudah dijalankan oleh pemerintah daerah. Hanya saja memang ada penekanan untuk rapid test antigen. Tentunya, apa yang diinstruksikan akan dijalankan,” katanya.

Ia menyebut, RT/RW pun masih rutin menyampaikan laporan bila ada warga dari luar daerah yang datang ke wilayahnya, dan menanyakan mengenai identitas kesehatan mereka.

“Laporan untuk pendatang masih masuk melalui Corona monitoring system (CMS). Tinggal dilanjutkan saja pada libur akhir tahun ini,” katanya. (Ant)

Lihat juga...