Penyebaran Tinggi, Palangka Raya Perpanjang Status Tanggap Darurat Non-Bencana

PALANGKA RAYA — Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, memperpanjang status tanggap darurat non bencana terkait tingginya penyebaran wabah COVID-19 di daerah setempat.

Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani, Sabtu, mengatakan, seiring peningkatan COVID-19 dan hasil rapat dengan Pemerintah Provinsi Kalteng, dipastikan status darurat bencana non alam diperpanjang.

“Lantaran di pusat status tersebut belum dicabut oleh Presiden RI, sehingga otomatis daerah memperpanjang status tanggap darurat hingga waktu yang belum ditentukan,” kata Emi Abriyani kepada wartawan.

Dia menyampaikan dengan perpanjangan itu, maka ditekankan lebih lagi dalam penegakan aturan tentang protokol kesehatan. Karena, beberapa kasus yang terjadi saat ini, kebanyakan akibat tidak mematuhi prokes yang ada.

Padahal betapa pentingnya mematuhi aturan tersebut sehingga terhindar, tidak terpapar dan tidak terkonfirmasi dari penyebaran wabah COVID-19 yang hampir beberapa bulan ini terus berkembang di kota setempat.

Ia juga menekankan, besar harapan kepada masyarakat mengingat kasus COVID-19, terus meningkat dan belum adanya obat penawarnya, sehingga masyarakat harus betul-betul menjalankan prokes yang telah dianjurkan.

“Kunci agar terhindar dari paparan COVID-19, mari kita sama-sama berkomitmen mematuhi prokes dengan tujuan memutus mata rantai penyebarannya dan jangan pernah lengah. Apalagi status tanggap darurat diperpanjang,” jelasnya.

Emi menjelaskan, sesuai Surat Edaran Walikota Palangka Raya tentang Penyelenggaraan Ibadah dan Perayaan Natal 2020 serta Perayaan Tahun Baru 2021, dapat mengurangi aktivitas berkumpul melibatkan orang banyak dan mengedepankan daring.

Lihat juga...