Perajin Batu Bata di Lamsel Hadapi Kendala Hujan

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Sejumlah perajin batu bata di wilayah Lampung Selatan, kembali menghadapi kendala seiring datangnya musim hujan. Selain proses pengeringan menjadi lebih lama, para perajin juga harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli plastik. Sementara jumlah penjualan berkuang, karena banyak proyek bangunan ditunda di musim hujan ini.  

Sobana, perajin batu bata di Desa Sukamulya, Kecamatan Palas, mengaku harus mengeluarkan biaya ekstra saat produksi batu bata untuk menyiapkan terpal, plastik dan bahan bakar kayu lebih banyak akibat musim hujan mulai datang.

Ia menjelaskan, proses pengeringan batu bata kala penghujan menjadi lebih lama, bahkan banyak batu bata yang telah dicetak rusak karena terkena air hujan. Sebagai solusi, ia membeli terpal dan plastik untuk penutup batu bata yang dicetak. Ia harus mengeluarkan biaya ekstra ratusan ribu rupiah untuk membeli ratusan meter plastik dan terpal tersebut.

Proses pengeringan batu bata dilakukan oleh Sobana, memanfaatkan ruangan khusus untuk menghindari hujan, Selasa (29/12/2020). -Foto: Henk Widi

Sobana mengataka, dalam sehari produksi batu bata bisa mencapai ratusan buah. Pencetakan batu bata memakai cara tradisional dengan alat cetak kayu. Meski produsen batu bata di wilayahnya sudah menggunakan mesin cetak, ia masih mempertahankan pencetak manual. Pencetakan sistem tradisional lebih menghemat biaya operasional dibanding mesin cetak.

“Saat musim penghujan, produksi batu bata kerap terhambat karena faktor cuaca. Bagi yang memiliki modal besar, bisa membuat tobong sebagai lokasi untuk pengeringan dalam ruangan, tapi produsen batu bata tradisonal memilih memakai terpal dan plastik agar batu bata dalam kondisi baik,” terang Sobana, saat ditemui Cendana News, Selasa (29/12/2020).

Imbas penghujan, proses pengeringan batu bata butuh waktu lama. Normalnya dalam kondisi terik matahari, pengeringan hanya butuh waktu lima hari. Saat penghujan, pengeringan dengan sistem dianginkan butuh waktu sekitar sepekan. Ia akan tetap melakukan proses penjemuran ulang saat muncul panas sinar matahari. Penjemuran ulang bertujuan untuk meningkatkan kualitas batu bata.

Lihat juga...