Perayaan Natal, Kesempatan Mengisi Kehidupan Secara Berarti

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Petrus Tripomo, Pr, pastor paroki unit pastoral Bakauheni Lampung Selatan mengajak umat Katolik mengisi kehidupan secara berarti. Perayaan Natal kelahiran Juru Selamat yang dirayakan sederhana, liturgi hening tanpa nyanyian jadi kesempatan merenungkan keheningan saat kelahiran Yesus ke dunia. Kesempatan yang diberikan Allah kepada terwujud dalam kehidupan.

Gambaran kehidupan tersebut ungkap Petrus Tripomo, Pr ada dalam ornamen dan hiasan Natal. Perjalanan kehidupan manusia yang disertai dengan kesulitan tergambar dalam simbol salib. Sebab manusia dalam hidupnya tidak hanya mengalami kesukaan, namun juga penderitaan. Kesulitan atau krisis yang dialami jadi kesempatan untuk memperbarui diri dalam kehidupan.

Pada masa pandemi Covid-19 dengan beragam kesulitan yang dialami menjadi refleksi iman hidup dalam krisis. Sebab krisis diibaratkan sebagai ayakan untuk memilih beras berkualitas. Kondisi krisis kehidupan jadi bukti bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri melainkan selalu butuh kehadiran orang lain. Kesempatan memperbaiki diri terus menerus dalam berbagai kesulitan.

“Kesulitan yang dialami oleh umat Kristiani dan seluruh masyarakat menjadi saling peduli, rasa solidaritas kepada sesama yang jadi tema Natal tahun 2020 dan ia akan menamainya Immanuel, Tuhan beserta kita sehingga kehadiranNya bisa saling mengingatkan menuju kebaikan selama pandemi,” terang Pastor Petrus Tripomo dalam kotbah malam Natal di gereja Santo Petrus dan Paulus, Kamis malam (24/12/2020)

Sikap saling menjaga dan peduli kepada sesama jadi semangat bagi umat Kristiani. Selama setahun masa pandemi Covid-19 krisis yang dihadapi menjadi hal positif. Sejumlah kegiatan yang positif, konstruktif demi kepentingan bersama untuk kehidupan. Pada kehidupan bermasyarakat sikap konstruktif itu dilakukan dengan memakai masker, mencuci tangan dan jaga jarak.

Semangat menghadapi krisis sebut Petrus Tripomo bisa dilihat dari sejarah keselamatan bangsa Israel. Para nabi diantaranya Musa yang dipanggil untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir. Ketidakberdayaan dan krisis yang dihadapi menjadi tantangan untuk membawa bangsanya pada keselamatan. Nabi Elia yang bisa menurunkan api dari langit juga mengalami krisis.

“Selain nabi perjanjian Lama, krisi juga dialami oleh tokoh dalam perjanjian Baru, artinya semua dihadapi dengan positif dan konstruktif,” cetus Pastor Petrus Tripomo.

Memaknai kehidupan dalam krisis saat perayaan Natal jadi kesempatan bagi umat melakukan intropeksi diri. Krisis dialami oleh sebagian umat Katolik yang tidak merayakan Natal seperti kondisi biasa. Sebagian umat harus merayakan perayaan kelahiran Sang Immanuel dalam keterbatasan. Meski sebagian umat tidak merayakan langsung perayaan dilakukan secara virtual.

Pastor Petrus Tripomo, Pr, membagikan komuni kudus kepada umat dalam perayaan Ekaristi malam Natal di gereja Santo Petrus dan Paulus, Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Kamis (24/12/2020). Foto: Henk Widi

Pada perayaan malam Natal di gereja Santo Petrus dan Paulus, Penengahan, Lampung Selatan Petrus Tripomo tetap mengajak umat mematuhi anjuran pemerintah. Sebagai bentuk konkritnya tradisi kunjungan atau open house bagi umat Kristiani sementara ditiadakan. Natal yang identik dengan pesta hingga tahun Baru dilakukan secara sederhana hindari kerumuman.

“Kita kembali merenungkan makna malam Natal dimana Sang Juru Selamat hadir dalam keheningan dan di masa krisis ini jadi refleksi bersama,” bebernya.

Perayaan malam Natal dalam keheningan di gereja Santo Petrus dan Paulus terlihat khidmat. Usai liturgi bacaan, homili atau kotbah pastor perayaan dilanjutkan dengan Ekaristi. Dirayakan tanpa iringan musik,arak arakan dan liturgi meriah lainnya umat mengikuti Ekaristi dengan khusuk. Penerimaan komuni kudus dilakukan dengan penerapan prokes memakai penyanitasi tangan.

Perayaan malam Natal umat Santo Petrus dan Paulus tetap mendapat pengawalan ketat. Satuan tugas penanganan Covid-19 dari unsur Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Polres Lampung Selatan, TNI dan Satpol PP diterjunkan mengamankan perayaan malam Natal. Hindari kerumunan usai perayaan Malam Natal umat langsung pulang ke rumah masing masing tanpa berkerumun di gereja.

Ignasius Nugroho, ketua panitia malam Natal stasi Santo Petrus dan Paulus menyebut perayaan berjalan lancar. Ia menyebut sejak masuk pintu gereja umat telah dipindai suhu tubuh. Khusus anak anak lokasi dipisahkan dengan membuat tenda. Usai perayaan malam Natal umat diperkenankan kembali ke rumah masing masing tanpa jabat tangan seperti kondisi sebelum pandemi.

Lihat juga...