Perdagangan Saham Inggris dan Jerman Terus Melemah

Sejumlah pengunjung berjalan di lobi London Stock Exchange, London, Inggris – Foto Ant

LONDON – Saham-saham Inggris, kembali ditutup lebih rendah pada perdagangan Senin (21/12/2020). Perdagangan mencatat penurunan untuk hari ketiga berturut-turut, dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London terpangkas 1,73 persen atau 112,86 poin, menjadi 6.416,32 poin.

Indeks FTSE 100 berkurang 0,33 persen atau 21,88 poin menjadi 6.529,18 poin pada Jumat (18/12/2020), setelah melemah 0,30 persen atau 19,85 poin menjadi 6.551,06 poin pada Kamis (17/12/2020), dan menguat 0,88 persen atau 57,59 poin menjadi 6.570,91 poin pada Rabu (16/12/2020).

International Consolidated Airlines Group, perusahaan induk maskapai penerbangan multinasional Inggris-Spanyol, berkinerja paling buruk (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips. Harga sahamnya terperosok 7,96 persen. Diikuti oleh saham B, perusahaan minyak dan gas multinasional Inggris-Belanda Royal Dutch Shell Plc (RDSB), yang terpuruk 5,67 persen. Serta saham A perusahaan minyak dan gas multinasional Inggris-Belanda Royal Dutch Shell Plc (RDSA) anjlok 5,01 persen.

Sementara itu, Ocado Group, kelompok perusahaan operator supermarket daring terbesar Inggris, berhasil membukukan keuntungan terbesar (top gainer), dari saham-saham unggulan. Harga sahamnya melonjak 5,57 persen. Disusul oleh saham perusahaan induk pertambangan logam mulia Inggris-Meksiko Fresnillo, yang meningkat 2,28 persen, dan perusahaan dot-com Inggris-Belanda-Amerika yang berspesialisasi dalam pemesanan makanan daring dan pengiriman ke rumah Just Eat Takeaway naik 1,88 persen.

Sementara itu, saham-saham Jerman rontok pada akhir perdagangan Senin (21/12/2020), memperpanjang kerugian untuk hari kedua berturut-turut. Indeks acuan DAX 30 di Bursa Efek Frankfurt anjlok 2,82 persen atau 384,21 poin, menjadi menetap di 13.246,30 poin. Indeks DAX 30 merosot 0,27 persen atau 36,74 poin menjadi 13.630,51 poin pada Jumat (18/12/2020), setelah bertambah 0,75 persen atau 101,27 poin menjadi 13.667,25 poin pada Kamis (17/12/2020), dan melonjak 1,52 persen atau 203,11 poin menjadi 13.565,98 poin pada Rabu (16/12/2020).

Seluruh saham perusahaan-perusahaan besar pilihan, yang menjadi komponen indeks DAX 30 berakhir di posisi merah. Perusahaan kimia dan farmasi multinasional Bayer, mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips. Harga sahamnya terpangkas 4,56 persen. Disusul oleh saham perusahaan perawatan kesehatan Eropa Fresenius SE, serta perusahaan jasa keuangan dan perbankan terkemuka Jerman Deutsche Bank, yang masing-masing anjlok 4,48 persen dan 4,42 persen.

Perusahaan asuransi dan jasa keuangan Jerman, Allianz, adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari, dengan nilai transaksi mencapai 408,02 juta euro (496,68 juta dolar AS). (Ant)

Lihat juga...