Perubahan Iklim Sebabkan Meluasnya Ancaman Abrasi di Sikka

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Ancaman abrasi di kawasan pesisir utara Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, dinilai makin meluas karena dampak perubahan iklim dan naiknya permukaan air laut serta terjadinya gelombang tinggi. Sementara itu, pembangunan tanggul penahan gelombang di wilayah Kota Maumere dan sekitarnya membuat tekanan air laut akan beralih ke wilayah yang tidak ada tanggul penahan gelombang.

“Kalau terjadi badai dan gelombang tinggi, tentu tekanan air di wilayah sebelah timur maupun barat Kota Maumere yang belum dibangun tanggul akan lebih besar,” kata Carolus Winfridus Keupung, tokoh masyarakat mantan Direktur Walhi NTT, saat ditemui di kantornya di Kota Maumere, Rabu (23/12/2020).

Mantan Direktur Walhi NTT, Carolus Winfridus Keupung, saat ditemui di kantornya di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (23/12/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Win, sapaannya, mengatakan air akan mencari celah yang lowong sehingga di wilayah selepas tanggul penahan gelombang seperti di kecamatan Kangae di wilayah timur, akan terkena dampak abrasi.

Selain itu, wilayah barat Kota Maumere selepas Kelurahan Kota Uneng pun akan terkena dampak abrasi dan banjir rob seperti yang sering terjadi, apalagi banyak bakau yang ditebang untuk pembangunan rumah.

Lihat juga...