PGRI Flotim Optimalkan Profesionalisme dan Peningkatan Kesejahteraan Guru

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LARANTUKA – Selepas sukses memimpin Asosiasi Guru Penulis Nasional (Agupena) Cabang Flores Timur selama 2 periode, Maksimus Masan Kian dipercaya memimpin Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kabupaten Flores Timur masa bakti 2020-2025.

Selama ini, PGRI Flores Timur belum memiliki  kantor sekretariat dan anggota pun banyak yang belum didata serta dibuatkan kartu anggota sehingga menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi.

“Kita segera lakukan pendataan anggota, selanjutnya untuk memudahkan pembuatan kartu anggota dengan urutan mendapatkan Nomor Pokok Anggota (NPA) PGRI Flores Timur,” sebut Maksimus Masan Kian, Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur, NTT, saat ditemui Cendana News di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Jumat (18/12/2020).

Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur, Maksimus Masan Kian, saat ditemui di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Jumat (18/12/2020). Foto: Ebed de Rosary

Maksi sapaannya mengatakan, PGRI Flores Timur juga akan menertibkan iuran anggota untuk menghidupkan roda organisasi dimana merujuk pada AD ART, iuran setiap guru Rp6 ribu per bulan per guru.

Ia tegaskan, PGRI Flores Timur tentunya siap menjadi pelayan bagi guru-guru di Flores Timur untuk meningkatkan profesionalitas dan meningkatkan kesejahteraan melalui berbagai cara.

“Kami akan menghidupkan kegiatan ilmiah seperti workshop, pelatihan, seminar, simposium, talk show, perlombaan dan lainnya termasuk mendorong guru untuk menghasilkan berbagai jenis karya ilmiah,” tegasnya.

Maksi menandaskan, hal urgen yang segera dilaksanakan yakni menentukan satu tempat untuk Sekretariat PGRI Flores Timur sebagai dapur organisasi dan pusat melaksanakan berbagai kegiatan organisasi.

Ia melanjutkan hal yang juga perlu dilakukan adalah konsolidasi internal pengurus PGRI Flores Timur untuk memetakan potensi kapasitas organisasi dalam memberikan pelayanan.

Lihat juga...