Pilkades di Lereng Merapi Dijaga Petugas Berpakaian Bregodo Prajurit

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Prinsip untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi dan adat budaya setempat, tak bisa dilepaskan dari masyarakat di sekitar lereng gunung Merapi Sleman Yogyakarta.

Camat Cangkringan Sleman Suparmono saat memberikan keterangan di Pilkades di lereng gunung Merapi, kecamatan Cangkringan Sleman Yogyakarta, Minggu (20/12/2020). Foto: Jatmika H Kusmargana

Hal itu terlihat dari kebiasaan warga yang selalu berupaya memegang teguh dan menampakkan produk-produk hasil kebudayaan mereka dalam berbagai kesempatan pelaksanaan kegiatan masyarakat.

Seperti nampak saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak yang digelar pada Minggu (20/12/2020) hari ini. Sejumlah warga, khususnya petugas KPPS nampak kompak mengenakan pakaian adat Jawa.

Seperti terlihat di TPS 8 Manggong Glagahharjo, Cangkringan. Mereka nampak mengenakan pakaian tradisional kebaya maupun sorjan lengkap dengan blangkon, saat melaksanakan tugasnya melayani warga yang hendak menggunakan hak suaranya.

Ketua KPPS setempat, Ngatinu, menyebut hal itu dilakukan sebagai upaya nguri-uri atau melestarikan adat kebudayaan Jawa yang selama ini mereka pegang teguh. Dengan mengenakan pakaian adat Jawa itu, diharapkan masyarakat akan tetap selalu ingat pada jatidirinya sebagai orang Jawa yang berbudi-pekerti luhur.

“Apapun hasilnya, siapapun pemenangnya, semua lapisan masyarakat harus bisa menerima dengan legowo. Bersama-sama mendukung lurah yang baru untuk memajukan dan mensejahterakan desa,” ungkapnya.

Sementara hal serupa juga terlihat di TPS 5 Batur Kepuharjo Cangkringan. Sejumlah warga nampak mengenakan busana prajurit bregodo, lengkap dengan senjata tombak. Selama prosesi pemungutan suara berlangsung, mereka tampak berdiri siaga layaknya prajurit keraton menjaga TPS.

“Kita dari kelompok kesenian bregodo Umpak Argo, dusun Batur, Kepuharjo. Memang sengaja tampil seperti ini, untuk menyemarakkan kegiatan Pilkades yang digelar hari ini. Ada 4 orang prajurit bregodo yang ikut terlibat. Mudah-mudahan bisa menghibur dan semakin menarik minat masyarakat untuk datang kr TPS,” ungkap salah seorang warga Widi.

Tepat hari ini, Kabupaten Sleman sendiri menyelenggarakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak dengan menggunakan sistem baru berupa E-Voting. Pemilihan menggunakan E-Voting ini baru pertama kali dilaksanakan.

Khusus untuk kapanewon/kecamatan Cangkringan, Sleman, terdapat 4 desa menggelar Pilkades. Camat Cangkringan, Suparmono, menyebut pelaksanaan Pilkades dengan sistem E-Voting ini lebih efektif karena dilakukan secara otomatis dengan menggunakan sistem elektronik atau komputerisasi.

“Ya tentu pelaksanaannya akan jauh lebih cepat dan lebih praktis. Saat perhitungan suara juga akan lebih mudah, dan hasilnya pun juga akan lebih akurat. Ya mudah-mudahan saja, tingkat partisipasi masyarakat bisa semakin meningkat mencapai 90 persen,” ungkapnya.

Dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat, seperti memakai masker, sarung tangan, mencuci tangan, melakukan pengecekan suhu, hingga menjaga jarak, pelaksanaan Pilkades di kecamatan Cangkringan sendiri terpantau lancar tanpa ada kendala berarti. Di tengah situasi pandemi serta potensi bencana erupsi gunung Merapi, lurah yang nantinya terpilih juga diharapkan bisa langsung bekerja untuk kepentingan masyarakat.

Lihat juga...