PKK Desa Wairkoja Bidik Peluang Pembuatan Abon Ikan

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Potensi perikanan tangkap di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) tergolong besar terutama ikan tuna dan cakalang, namun sejauh ini belum banyak terdapat usaha pembuatan abon ikan.

Melihat peluang tersebut, PKK Desa Wairkoja, Kecamatan Kewapante menggandeng PT. Langit Laut Biru untuk memberikan pelatihan kepada anggota Dasawisma  di desa tersebut.

“Kami ingin agar dengan membuat pelatihan pembuatan abon ikan ini bisa meningkatkan usaha ibu rumah tangga di kelompok Dasawisma,” kata Ketua PKK Desa Wairkoja, Maria Manis saat dihubungi Cendana News, Selasa (15/12/2020).

Mery sapaannya mengatakan, anggota Dasawisma yang juga peserta pelatihan pembuatan abon ikan tersebut suaminya banyak yang nelayan yang juga menangkap ikan tuna.

A. Dian Setiati saat ditemui di tempat kerjanya di Bengkel Misi Keuskupan Maumere, Selasa (24/11/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Pelatihan ini sebutnya, diikuti sebanyak 25 ibu rumah tangga dari 14 Dasawisma yang ada di Desa Wairkoja sehingga diharapkan setelah pelatihan akan mengembangkan usaha abon ikan.

“Setelah pelatihan akan ditindaklanjuti dengan usaha pembuatan abon ikan. Rencananya kalau memang bagus maka untuk dijual dan menjadi usaha ibu-ibu anggota Dasawisma,” ucapnya.

Mery mengatakan, pelatihan yang diselenggarakan PKK Desa Wairkoja tersebut sangat bermanfaat dan rencananya Dasawisma akan memproduksi abon ikan tuna untuk dijual dan dikonsumsi sendiri.

Menurutnya, terkait modal usaha selama ini setiap Dasawisma sudah memiliki modal dari kegiatan yang dilakukan seperti arisan dan lainnya sehingga modal tersebut dapat dikembangkan dengan membuat usaha yang bisa mendatangkan keuntungan.

“Nanti kami akan membuat usaha dengan modal sendiri dari Dasawisma dan rencananya akan memproduksi abon ikan yang memang masih jarang dijual di Kabupaten Sikka,” ungkapnya.

Mery menilai pelatihan yang dilaksanakan oleh instruktur dari Bengkel Misi PT. Langit Laut Biru hasilnya bagus dan produk abon ikan yang dihasilkan bisa bertahan sampai 3 bulan.

“Pembuatan abon ikan selain buat menambah penghasilan juga bisa dikonsumsi keluarga. Selama ini ibu-ibu hanya mengolah ikan tuna dengan cara digoreng atau direbus saja,” ucapnya.

GM PT. Langit Laut Biru, A.Dian Setiati mengatakan, pelatihan pembuatan abon ikan yang digelar berawal dari ide memanfaatkan sumber daya alam ikan yang melimpah di sekitar Desa Wairkoja.

Dian menyebutkan, pelatihan ini untuk pemberdayaan masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga dan diharapkan dari pelatihan ini akan muncul wirausaha wirausaha baru di bidang produksi abon ikan rumahan.

“Usaha abon ikan ini dapat membuat ekonomi masyarakat desa meningkat. Abon ikan ini adalah sumber pangan yang sehat untuk menambah gizi keluarga serta praktis dikonsumsi,” ucapnya.

Lihat juga...