PKK Kotim Belajar Kelola Lahan Kosong di Bekasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Kolaka Timur (Kotim) Provinsi Sulawesi Tenggara, mempelajari sistem pengelolaan lingkungan dengan memanfaatkan lahan kosong di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.

Mereka mendatangi Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat untuk menambah wawasan khususnya tentang pengembangan dan pemanfaatan lahan kosong  untuk budi daya ikan, perkebunan ataupun penghijauan.

“Kami yang hadir adalah pengurus tim penggerak PKK Kabupaten Kolaka Timur dengan Kelompok Kerja 3 dan 4. Kedatangan kami ingin belajar tentang pemanfaatan lahan kosong menjadi budi daya ikan nila,” ujar Pemimpin Rombongan sekaligus Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Timur, Margareta, Rabu (23/12/2020).

Saling tukar cinderamata antara Sekda Kotim dengan Lurah Bintara, Darsono, usai mengunjungi sejumlah lokasi pemanfaatan lingkungan di wilayah Bintara, Rabu (23/12/2020) – Foto: Muhammad Amin

Mereka ingin menjadikan budi daya ikan dengan memanfaatkan lahan kosong sebagai program kerja di Kolaka Timur yang baru saja menginjak usia 7 tahun.

“Semoga dengan adanya kunjungan kerja ke Kota Bekasi ada yang bisa kami jadikan contoh untuk diterapkan ke depan di Kabupaten Kolaka Timur. Terutama terkait lingkungan hidup menjadi lebih bernilai,” ujarnya.

Lurah Bintara, Sudarsono, saat menerima kunjungan tersebut menjelaskan bahwa wilayahnya banyak memanfaatkan lahan kosong menjadi tempat budi daya. Program tersebut adalah bentuk menjaga lingkungan.

“Ini adalah program di kelurahan, memanfaatkan lahan kosong untuk dijadikan tempat budi daya, perkebunan, guna penghijauan dan lainnya. Karena jika dibiarkan maka akan dipenuhi sampah. Jadi ini adalah salah satu cara menjaga lingkungan di Bintara,” tegasnya.

Menurutnya, ada 15 Rukun Warga dan 142 Rukun Tetangga di wilayah Kelurahan Bintara dengan jumlah penduduk mencapai 68.000 jiwa. Jumlah tersebut tentu cukup padat di mana jumlah lahan kosong sangat terbatas.

Namun demikian jelasnya, berkat kekompakan warga, Kelurahan Bintara meraih juara tiga tingkat provinsi dalam hal peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS).

“Hasil budi daya ikan nila dan capaian juara 3 merupakan kerja keras dari semua lini masyarakat Kelurahan Bintara. Kalau hanya lurahnya yang bekerja belum tentu akan tercapai prestasi ini,” papar Sudarsono.

Sinergi antara pemerintah dengan masyarakat adalah kunci menjaga lingkungan tetap terjaga. Kelurahan Bintara saat ini giat melakukan penghijauan di lingkungannya, melalui program perkebunan baik memanfaatkan lahan kosong atau sistem hidroponik.

Lihat juga...