Potensi Hujan Lebat dan Longsor di Jateng, Tinggi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Berdasarkan probalistik curah hujan dasarian II Desember 2020, data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas I Semarang, menunjukkan sebagian besar wilayah di Jateng, akan mengalami curah hujan menengah antara 51 hingga 150 mm, yang berpeluang terjadi di wilayah Jawa Tengah bagian timur dan sebagian besar Pantura bagian barat.

“Sedangkan di wilayah Selatan dan sebagian wilayah Wonosobo dan kabupaten Semarang, berpeluang curah hujan tinggi, antara 151 hingga 300 mm dengan kemungkinan 60 hingga 80 persen,” papar Kasi Data dan Informasi BMKG Kelas I Semarang, Iis Widya Harmoko, saat dihubungi di Semarang, Rabu (16/12/2020).

Sementara, dari analisa curah hujan pada Dasarian I Desember 2020, di wilayah Jateng, sebagian wilayah barat Pantura dan sebagian wilayah timur memiliki curah hujan dalam kriteria tinggi dan sangat tinggi, antara 151 mm hingga lebih dari 300 mm per dasarian.

“Untuk kriteria rendah hingga menengah, antara 21 hingga 150 mm per dasarian, terjadi di sebagian besar wilayah selatan dan timur Jateng,” ungkapnya lagi.

Selain itu, untuk monitoring hari tanpa hujan (HTH) dasarian I Desember 2020, wilayah di Jateng yang mengalami HTH 1-5 hari berturut-turut atau sangat pendek, meliputi sebagian wilayah kabupaten Cilacap, Banyumas, Kebumen, Tegal bagian wilayah utara, Kabupaten Brebes, Pemalang, Pekalongan, sebagian kecil Temanggung, Kabupaten Semarang, Boyolali dan Wonogiri.

Kemudian, sebagian kecil wilayah barat Grobogan, sebagian kecil wilayah timur laut Sragen, hingga wilayah selatan Blora.

“Kemudian untuk wilayah yang mengalami hari tanpa hujan, 6-10 hari berturut-turut atau pendek, meliputi sebagian kecil wilayah kabupaten Kebumen yaitu Kedungsamak dan Rowokawuk,” tambah Iis.

Sementara, Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Kelas I Semarang, Tuban Wiyoso, kembali mengingatkan agar masyarakat lebih waspada akan terjadinya hujan lebat dan cuaca ekstrem, yang berdampak pada bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

“Periode musim hujan di Jateng, bersamaan dengan berlangsungnya fenomena iklim La Nina yang berpotensi memberikan dampak penambahan hujan. Untuk itu diharapkan tetap waspada terjadinya potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem, yang berdampak pada bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor,” terangnya.

Termasuk juga hujan lebat yang disertai petir, untuk diwaspadai. “Saat musim hujan, bukan hanya hujan lebat dan angin kencang, yang perlu diperhatikan, potensi terjadinya petir juga akan semakin tinggi,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau bila terjadi hujan lebat disertai petir, agar masyarakat yang berkegiatan di luar ruangan, bisa segera masuk rumah atau gedung.

“Jangan berlindung di bawah pohon. Termasuk yang sedang olahraga berenang, untuk segera menjauhi kolam renang. Termasuk di tempat terbuka. Bagi yang berkendara motor, juga sebaiknya berhenti dan mencari tempat aman,” pungkas Tuban.

Lihat juga...