PPHI: Pemerintah Harus Perkuat Literasi Wisata Halal

Editor: Makmun Hidayat

Ketua Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI), Riyanto Sofyan, pada acara webinar industri halal dan keuangan syariah di Jakarta, Minggu (27/6/2020). -Foto: Sri Sugiarti

“Indonesia sebagai negara muslim terbesar harus menangkap peluang itu. Karena negara-negara lain juga sudah menerapkan. Kan halal tourism adalah extended services untuk wisatawan. Ya, tendensinya bukan merujuk pada wisata yang eksklusif tapi inklusif,” ungkapnya.

Sehingga dia mengimbau agar pemahaman tepat tentang wisata halal  seharusnya diluruskan oleh pemerintah. Sehingga penolakan-penolakan daerah untuk mengembangkan wisata halal tanpa dasar yang kuat tidak perlu terjadi.

Karena menurutnya, kurangnya pemahaman masyarakat tentang wisata halal dapat memicu sensitivitas yang tinggi.

Selain edukasi, dia juga mengingatkan para pelaku usaha di daerah wisata halal harus melakukan pengembangan pemasaran sesuai standarnya. Sehingga tidak ada klaim bahwa wisata halal di daerah tersebut diterapkan, namun ternyata tidak sesuai standar konsep syariah.

“Ini dikhawatirkan akan merusak citra wisata halal yang sudah dibangun di daerah itu. Jadi, edukasi dan sosialisasi sangat penting,” tukasnya.

Apalagi pasar halal telah menjadi pasar global, sehingga menurutnya, bagaimana Indonesia bisa memenangkan persaingan pasar global halal di bidang pariwisata ini. Maka langkah strategis yang harus dilakukan Indonesia adalah menciptakan dan mengembangkan ikon juga mempromosikan paket wisata halal unggulan Indonesia.

“Ya gencar promosi, leadership initiatives untuk meningkatkan brand equity Indonesia sebagai pusat destinasi wisata halal dunia,” ujar Riyanto Sofyan yang menjabat Chairman PT Sofyan Hotels Tbk.

Namun demikian tentu secara umum menurutnya, pengembangan wisata halal sama dengan industri lainnya. Yakni membutuhkan regulasi pemerintah dalam mengatur dan mengembangkannya.

“Peran pemerintah sangat dibutuhkan  dalam menjalankan wisata halal, karena menyangkut regulasi. Literasi dan edukasi tentu akan mudah tersampaikan kepada masyarakat,” tutupnya.

Lihat juga...