Pramuka Bersama Relawan Bersihkan Tumpukan Sampah di Bagol

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Pramuka Almadaad Scout, Gugus Depan 11099-1110, Kota Bekasi, bersama Relawan Samatri, kembali turun di Bantaran Kali Cakung, tepatnya di Jala Raya Bagol wilayah perbatasan antara Kecamatan Jatiasih dan Pondok Melati.

Persoalan sampah di lokasi tersebut tidak pernah selesai dengan tuntas, meski kerap dibersihkan, beberapa waktu kemudian akan kembali dipenuhi sampah liar.

Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan belum tersedianya tempat sampah yang diletakkan di lokasi tersebut kemungkinan jadi penyebab.

“Untuk kesekian kalinya, kami bakti sosial membersihkan lokasi Simpang Bagol ini dari sampah liar yang dibuang masyarakat yang melintas,” ungkap Ozi, salah satu pembina Pramuka Almadaad Scout kepada Cendana News, Rabu (23/12/2020).

Sampah di lokasi lahan kosong sebelum jembatan penyeberangan Kali Cakung tersebut didominasi sampah plastik dari rumah tangga. Sampah tersebut berasal dari warga yang kebetulan melintas.

Menurutnya, berbagai upaya sudah dilakukan baik kelurahan, warga dan lainnya. Tapi tumpukan sampah tetap terjadi, biasanya warga sekitar yang peduli membakar sampah tersebut. Tapi keesokan harinya sudah muncul lagi sampah baru.

Lurah Jatimurni, Barkah, yang ikut memantau kegiatan Bakti Sosial yang digelar Pramuka dan relawan tersebut, mengatakan bahwa wilayah tersebut merupakan perbatasan antara Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati dengan Jatiluhur, Jatisari, Kecamatan Jatiasih.

Lurah Jatimurni, Barkah, ikut meninjau langsung kegiatan Bakti Sosial membersihkan sampah liar di Simpang Bagol, Rabu (23/12/2020) – Foto: Muhammad Amin

“Simpang Bagol ini, adalah jalur lintasan, dan memiliki areal kosong sebelum jembatan. Mereka yang buang sampah dilakukan pada malam hari, karena kalau siang banyak aktivitas seperti ada pemancingan,” tukasnya.

Pegiat lingkungan dari Relawan Samatri, Maman, mengaku, sudah menyiapkan pohon di sekitar lokasi Kali Cakung. Nanti setelah sampah bersih, di bawah sampah akan ditanami berbagai jenis pohon. Harapannya bisa tumbuh dan membuat perubahan di lingkungan setempat.

“Ini kan sepertinya tidak ada solusi. Meski kerap dibersihkan, dipasang imbauan tidak membuang sampah, tetap saja terjadi. Seyogyanya memang ada satu tempat sampah khusus di sekitar lokasi. Tapi tentu harus ada pengajuan dan ini tugas kelurahan,” ujarnya.

Harapannya tentu ada solusi dari kelurahan ke Dinas Lingkungan Hidup. Karena ini wilayah perbatasan tiga kelurahan dua kecamatan dengan memberi tempat sampah khusus di sekitar lokasi. Sehingga tidak terjadi sampah berserakan hingga ke jalan seperti sekarang.

Lihat juga...