Prioritaskan Kesehatan, Keuskupan Tanjungkarang Gelar Perayaan Natal Daring

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Keuskupan Tanjungkarang, Lampung memutuskan perayaan Hari Raya Natal dilakukan secara live streaming. Mgr. Yohanes Harun Yuwono, uskup Keuskupan Tanjungkarang menyebut telah mengeluarkan surat imbauan bernomor: 089/JC/11/2020 tentang Perayaan Natal di Tengah Pandemi Covid-19. Selain perayaan ibadah Natal di gereja, open house ditiadakan.

Uskup bilang surat keputusan pastoral Keuskupan Tanjungkarang itu mengacu pada Surat Edaran Menteri Agama No.23 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Ibadah dan Perayaan Natal di Masa Pandemi Covid-19. Melalui keputusan tersebut Gereja Katolik mengutamakan kesehatan dan keselamatan seluruh warga masyarakat. Langkah itu dilakukan menyesuaikan kondisi setempat.

Larangan melakukan perayaan Natal 2020 sebut Mgr.Harun Yuwono telah disepakati oleh semua pastor paroki di Lampung. Perkembangan Covid-19 yang saat ini cenderung meningkat, potensi libur Natal berbarengan dengan libur tahun baru membuka peluang orang untuk pulang kampung terutama dari luar provinsi. Banyak orang akan berinteraksi dan berkomunikasi sehingga memudahkan penularan dan menambag orang terkonfirmasi Covid-19.

“Gereja Katolik ikut memberikan apresiasi atas kerja keras tim gugus tugas penanganan dan pencegahan Covid-19 sekaligus menjadi landasan agar pelaksanaan Hari Raya Natal hanya digelar secara live streaming,karena masyarakat khususnya umat Katolik mudah mengabaikan protokol kesehatan di gereja,” terang Mgr. Yohanes Harun Yuwono secara daring di Tanjungkarang,Jumat (4/12/2020).

Mgr. Yohanes Harun Yuwono, uskup Keuskupan Tanjungkarang, Lampung mengumumkan tata cara pelaksanaan Hari Raya Natal dalam masa pandemi via live streaming di Tanjungkarang, Jumat (4/12/2020). -Foto Henk Widi

Mempertimbangkan hal tersebut, Mgr. Harun Yuwono perayaan Kelahiran Sang Juru Selamat dilakukan dengan cara sederhana. Kebiasaan umat Katolik yang melakukan open house dan tradisi kunjungan bisa diganti via aplikasi komunikasi WhatsApp dan komunikasi daring. Masukan dari berbagai pihak dari umat,pihak yang terlibat di bidang kesehatan juga pihak lain yang berwenang akan disambut baik.

Keuskupan Tanjungkarang sebut Mgr. Harun Yuwono telah mengeluarkan sejumlah surat keputusan selama masa pandemi. Pertama, pada 22 Maret 2020 juga telah mengeluarkan ketentuan pastoral tentang perayaan Ekaristi selama masa pandemi Covid-19. Kedua pada bulan Juni 2020 tentang petunjuk praktis pelaksanaan normal baru perayaan ekaristi selama pandemi Covid-19.

“Jelaslah bahwa keselamatan sesama menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai anggota Gereja,” tegasnya.

Perayaan Natal 2020 tersebut menurut Mgr. Harun Yuwono menyebut bagi wilayah gereja yang memungkinkan perayaan bisa menerapkan protokol kesehatan. Kepada anggota keluarga yang berasal dari luar daerah dan pulang kampung wajib mematuhi ketentuan wilayah terkait kedatangan warga dari luar daerah. Akan sangat bijaksana bila komunitas religius tidak melakukan open house selama pandemi Covid-19.

Masuk pada Minggu Adven I, Keuskupan Tanjung Karang sebutnya memasuki tahun keempat sebagai tahun Ekaristi. Tahun yang ditetapkan dalam rangkaian arah dasar (Ardas) tetap bisa merasakan kehadiran nyata Sang Kristus Juru Selamat. Ia menyebut tentulah berat hati tidak merayakan bersama Natal, namun dalam keterbatasan Yesus Kristus tetap lahir dalam diri umat Kristiani.

Keputusan pastoral Keuskupan Tanjung Karang itu juga telah dilaksanakan pada sejumlah paroki di Lampung. Umat stasi Pasuruan di Gereja Santo Petrus dan Paulus,Lampung Selatan yang merayakan ekaristi mingguan, ekaristi Jumat Pertama menerapkan protokol kesehatan. Usoli salah satu petugas gereja menyebut protokol kesehatan diterapkan saat memasuki gereja.

“Umat wajib cuci tangan pakai sabun, pakai masker, dicek suhu tubuh serta jaga jarak dengan pengaturan tempat duduk,” cetusnya.

Perayaan Natal di Gereja Santo Petrus dan Paulus sebutnya akan mengikuti keputusan keuskupan. Ia menyebut belum adanya fasilitas untuk melaksanakan perayaan Natal secara daring akan disiasati dengan perayaan langsung. Namun pelibatan petugas kesehatan dan protokol kesehatan dilakukan agar umat tetap bisa merayakan Natal.

Di gereja Paroki Ratu Damai,Teluk Betung perayaan ekaristi harian dan Jumat Pertama digelar secara live streaming. Pastor Apolonius Basuki sebagai pastor paroki setempat memutuskan menggelar perayaan ekaristi secara live streaming. Sejumlah umat yang melakukan ibadah di gereja selama masa new normal diterapkan terjadwal dengan kapasitas rata-rata kurang dari 10 umat.

Lihat juga...