Produk Hortikultura dari Luar Membanjiri Pasar di Sikka

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Produk hortikultura seperti tomat, semangka dan cabe mulai membanjir pasar di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjelang akhir tahun mengingat permintaan meningkat signifikan.

Membanjirnya produk hortikultura dari luar Kabupaten Sikka ini kebanyakan berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Makasar, Sulawesi Selatan mengingat stok yang tersedia di pasar menipis.

“Biasanya saat musim hujan banyak petani di Kabupaten Sikka mulai menanam jagung di lahan yang saat musim kemarau ditanami hortikultura,” kata Yance Maring, salah seorang petani hortikultura saat ditemui di kebunnya di Kelurahan Wailiti, Kota Maumere, Senin (14/12/2020).

Yance mengatakan, membanjirnya komoditi hortikultura ini membuktikan bahwa peluang usaha hortikultura di Kabupaten Sikka masih terbuka lebar karena stok yang ada masih kekurangan.

Patani hortikultura, Yance Maring saat ditemui di kebunnya di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Senin (14/12/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Namun menurutnya, produk dari luar daerah tersebut pun tidak bisa masuk apabila musim angin kencang yang menyebabkan kapal kayu yang mengangkut komoditi tersebut tidak bisa berlayar akibat gelombang laut tinggi.

“Biasanya saat bulan Januari sampai Februari produk hortiklutura dari luar daerah sulit masuk ke Sikka. Pada bulan-bulan tersebut pun para petani di Sikka sedang sibuk persiapan panen jagung sehingga belum banyak menanam tanaman hortikultura,” ungkapnya.

Lihat juga...