Lebaran CDN

Program ‘Modal Kita’ Dorong Munculnya UMKM Baru

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Adanya program simpan pinjam Modal Kita di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Kedungkandang yang dikelola Koperasi Unit Desa (KUD) Suluh Sejahtera Mandiri sebagai kepanjangan tangan Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri), terus memberikan manfaat kepada masyarakat. Terutama dalam menambah jumlah UMKM atau pelaku usaha di kelurahan Kedungkandang.

Pengelola KUD Suluh Sejahtera Mandiri, Dian Novianti Widiasari, menjelaskan, sejak awal didirikan tahun 2018, unit simpan pinjam Tabur Puja yang kini berganti nama Modal Kita ini terus mengalami penambahan jumlah anggota.

“Pada awal didirikan tahun 2018, jumlah anggota KUD hanya 290 orang. Jumlah tersebut terus meningkat di tahun 2019 sampai dengan sekarang tahun 2020 total anggota sudah mencapai 1.127 anggota. Rinciannya 1.032 merupakan anggota peminjam, sedangkan sisanya 95 orang adalah anggota koperasi yang belum pernah mengajukan pinjaman,” jelasnya kepada Cendana News, ditemui di kantornya, Kamis (24/12/2020).

Bukan hanya itu, menurut Dian, dana yang dikelola KUD Suluh Sejahtera Mandiri mulai awal hingga saat ini juga terus mengalami peningkatan. Dari pinjaman modal awal yang diberikan Damandiri melalui Koperasi Bangun Sejahtera Mandiri (KBSM) senilai 2,3 miliar, sekarang omzetnya sudah mencapai 3,56 miliar per bulan November 2020.

Lebih lanjut menurut Dian, dampak nyata hadirnya program Modal Kita adalah mendorong munculnya UKM-UKM baru di kelurahan Kedungkandang. Jika di awal pencanangan DCML Kedungkandang tahun 2018, jumlah pelaku usaha hanya 590 orang, sekarang di tahun 2020 menjadi 1.032 pelaku usaha.

“Jadi ada penambahan 442 pelaku usaha,” sebutnya.

Namun demikian, dikatakan Manajer Umum KUD Suluh Sejahtera Mandiri, Agung Hasto Saptono, di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, untuk kegiatan simpan pinjam di DCML Kedungkandang pertumbuhannya memang tidak terlalu tinggi.

Manajer Umum KUD Suluh Sejahtera Mandiri, Agung Hasto Saptono, ditemui di kantornya, Kamis (24/12/2020). Foto: Agus Nurchaliq

Sebab banyak anggota yang terkena dampak Covid-19 yang pada akhirnya mempengaruhi usaha mereka. Bahkan tidak sedikit anggota yang kemudian kesulitan membayar angsuran pinjamannya.

“Tunggakan di DCML Kedungkandang cukup besar sekitar 50 persen. Itu problem yang harus kita selesaikan,” tuturnya.

Karenanya, dari pihak Damandiri kemudian memberikan solusi untuk meringankan anggota dalam melunasi pinjamannya.

“Solusinya dengan melakukan reschedule pinjaman dimana jangka waktu pembayaran angsurannya diperpanjang sehingga nilai angsuran yang harus dibayarkan anggota setiap bulannya lebih ringan,” terangnya.

Kemudian bagi anggota yang memiliki keinginan untuk bangkit dan berusaha lagi, pihak koperasi justru akan memberikan suntikan dana supaya bisa bangkit kembali.

“Kita berikan pinjaman perlahan sampai nanti usahanya stabil kembali, sehingga mereka bisa melunasi hutang-hutang sebelumnya. Tapi tentu kita harus lihat dan ukur kemampuannya terlebih dulu sebelum memberikan pinjaman lagi, sesuai arahan Yayasan Damandiri dan Koperasi Bangun Sejahtera Mandiri sebagai induk Koperasi KUD Suluh Sejahtera Mandiri,” pungkasnya.

Lihat juga...