Prospek Menjanjikan Budidaya Melon Golden Apollo

Editor: Makmun Hidayat

Terlebih jika terkena air hujan, harus segera dicuci dengan air tawar dan dikeringkan, sebab air hujan sifatnya asam, bisa merusak buah.

“Jadi kalau berbuah, buah tersebut kita tali atau diberi wadah, kemudian digantungkan di penopang. Itu sebabnya, sebaiknya menggunakan green house atau rumah pelindung, sehingga tidak terkena air hujan secara langsung. Selain itu, juga relatif terlindungi dari hama, seperti belalang atau ulat,” lanjutnya.

Di satu sisi, jika biaya pembuatan green house terlalu mahal, bisa menggunakan rumah tutup plastik transparan, sehingga sinar matahari tetap bisa masuk.

Dalam budidaya, pemupukan juga harus dilakukan, setelah berumur 21 hari, pembudidaya harus menambahkan pupuk yang mengandung unsur kalium agar bunga tak cepat rontok.

Selain itu, pada musim penghujan, untuk menghindari jamur pada daun dan buah, dilakukan penyemprotan tiga kali seminggu, dengan menggunakan fungisida.

“Nantinya, melon Apollo bisa dipanen setelah 75 hari, dihitung mulai dari awal penanaman. Jika dihitung dari proses pembibitan, sekitar tiga bulan,” tambahnya.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, petani juga harus rajin memeriksa tanaman tiap hari. Jangan sampai ada hama, virus, atau penyakit lainnya, yang menyerang tanaman.

“Termasuk ulat, cek satu satu, kalau ada ya harus diambil. Memang harus teliti dan telaten, namun kerja keras ini sebanding dengan hasilnya,” ungkapnya.

Sementara, Kepala UPTD Kebun Dinas Pertanian Kota Semarang, Juli Kurniawan menambahkan, pihaknya membuka kesempatan bagi masyarakat atau petani, yang ingin belajar budidaya melon golden apollo.

“Bisa langsung datang ke Agrowisata Purwosari, Mijen, Kota Semarang atau ke Urban Farming Corner (UFC) Jalan Menteri Supeno Semarang. Kita terbuka bagi masyarakat yang ingin bertanya, terkait pertanian atau perkebunan. Tidak hanya soal melon, namun juga persoalan lainnya yang terkait,” pungkasnya.

Lihat juga...