Puluhan Pohon di Kota Semarang Tumbang Akibat Angin Kencang

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Angin kencang melanda Kota Semarang sejak Senin (7/12/2020), akibatnya banyak pohon yang tumbang. Dari catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, setidaknya ada 17 pohon tumbang.

“Cuaca di Kota Semarang saat ini memang cukup ekstrim, akibat perubahan musim dari kemarau ke penghujan. Termasuk angin kencang yang bertiup. Dari catatan kita, setidaknya ada 17 pohon tumbang, sejak dua hari terakhir di wilayah Kota Semarang,” papar Sekretaris BPBD Kota Semarang, Winarsono, saat dihubungi di Semarang, Selasa (8/12/2020).

Sejumlah titik tersebut diantaranya di gerbang utama Unnes Gunungpati, Jalan Meteseh Tembalang, Jalan Rowosari RW V, dan beberapa ruas jalan arah Gunungpati, kemudian di Jalan S. Parman atau persis di depan RS William Booth Semarang.

“Angka ini hasil dari data laporan ke BPBD Kota Semarang. Jumlahnya bisa jadi lebih, karena masyarakat juga melakukan laporan instansi lainnya,” tambahnya.

Diterangkan, fenomena angin kencang juga diperkirakan akibat imbas dari La Nina sehingga membuat hembusan angin dari laut menjadi lebih kuat.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali, saat dihubungi Selasa (8/12/2020). Dijelaskan, dalam seminggu terakhir angin bertiup cukup kencang di wilayah Kota Semarang, sehingga mengakibatkan pohon tumbang, hingga sejumlah baliho rusak.

“Kita sudah berkolaborasi dengan pengampu wilayah setingkat kecamatan, untuk mengendalikan dan mengawasi pohon-pohon yang rawan tumbang se-Kota Semarang. Termasuk berupa monitoring, perapian pohon rawan tumbang, hingga pemotongan pohon yang tumbang,” terangnya.

Meskipun pihaknya sudah melakukan pemantauan dan perapian pohon, ada kemungkinan pohon di luar pantauan ada yang tumbang. Selain disebabkan kondisi fisik, pohon yang tumbang juga dapat dikarenakan cuaca ekstrim seperti hujan deras, angin kencang atau tersambar petir.

“Kita harapkan jika menemukan pohon tumbang, masyarakat bisa segera melaporkannya kepada kami atau instansi terkait lainnya. Seperti BPBD Kota Semarang, Sarda, Satpol PP Kota Semarang, Damkar Kota Semarang, Bakom, Polrestabes Semarang. Hal ini dilakukan agar penanganannya bisa segera dilakukan,” tambahnya.

Disatu sisi, pihaknya juga mendorong adanya gotong royong dari warga, untuk memantau lingkungan sekitar, terkait potensi pohon tumbang.

“‘Kami juga berharap di lingkungan masyarakat, mulai dari RT dan RW, agar ikut peduli dan bisa menggerakkan warganya bergotong-royong merapikan pohon-pohon. Jika kesulitan, bisa menghubungi kami,” tandasnya.

Sementara, salah satu warga Kota Semarang, Yulianto, mengakui cuaca di Kota Semarang cukup ekstrem. Termasuk hujan terus menerus yang berlangsung selama dua hari dua malam, hingga angin kencang.

“Hujan dengan level sedang, terjadi sejak Sabtu (5/12/2020) petang, hingga Senin (7/12/2020). Akibatnya wilayah Kota Semarang yang biasanya panas terik, menjadi berkabut. Terutama di wilayah Gombel Semarang,” terangnya.

Tidak hanya itu, angin kencang juga kerap terjadi, sehingga menyebabkan pohon tumbang. “Sejauh ini saya memang belum menemui pohon tumbang, namun sering kali saat di jalan, ranting pohon berjatuhan karena patah tertiup angin. Kita berharap dari pemerintah atau dinas terkait, bisa melakukan perampingan atau penebangan pohon yang berpotensi tumbang,” tegasnya.

Lihat juga...