Puluhan Rumah di Banyumas Terancam Longsor

Editor: Koko Triarko

BANYUMAS – Puluhan rumah di Dusun Semaya, Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, mengalami retak-retak dan terancam longsor. Kondisi tanah di sekitar rumah juga mengalami pergerakan, bahkan ada yang sudah sampai amblas hingga 1 meter.

Ketua RT 6 RW 6 Dusun Semaya, Yani, mengatakan dari pendataan awal total ada 71 rumah yang terancam longsor dan dari jumlah tersebut, 15 unit rumah sudah mengalami retak-retak. Keretakan bangunan rumah mulai dari bagian dinding hingga lantai.

Dinding rumah warga di Dusun Semaya, Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas banyak yang mengalami retak-retak, Jumat (11/12/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

“Hujan deras yang sering terjadi akhir-akhir ini membuat banyak rumah warga yang terancam longsor, dan akibatnya tembok serta lantai rumah mengalami retak-rekat karena pergerakan tanah tersebut,” kata Yani, Jumat (11/12/2020).

Lebih lanjut Yani menjelaskan, akibat pergerakan tanah tersebut dua keluarga terpaksa harus mengungsi saat turun hujan. Sebab, kondisi rumah mereka sudah sampai taraf mengkhawatirkan untuk tetap ditempati saat hujan deras.

Pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut ke desa, supaya cepat mendapat penanganan, mengingat ada yang mendesak harus dilakukan relokasi.

Selain hujan deras, pemicu pergerakan tanah di dusun tersebut juga disebabkan tekstur tanah yang terus tergerus air akibat adanya pembuangan air yang langsung ke tanah. Sementara di kebun yang terletak pada bagian belakang rumah-rumah warga, kondisi tanah sudah amblas.

“Tanah yang amblas di kebun bagian belang itu sudah turun 1 meter lebih, dan panjangnya yang terdampak sampai 200 meter lebih,” terangnya.

Pergerakan tanah ini sudah terjadi sejak dua pekan terakhir, ketika intensitas hujan mulai tinggi. Dan, kondisi pergerakan tanah diperparah saat Sungai Logawa yang berdekatan dengan sebagian besar rumah warga di dusun tersebut mengalami banjir bandang. Luapan air Sungai Logawa bahkan sempat menyebabkan akses jalan menuju Dusun Semaya amblas.

Sementara itu, salah satu warga Dusun Semaya yang rumahnya mengalami retak-retak, Zaenah, mengatakan, ia bersama keluarganya terpaksa tetap harus tinggal di rumah yang sebagian besar dindingnya mulai retak. Sebab, untuk mengungsi ke rumah saudara dan meninggalkan rumah dalam kondisi kosong juga tidak mungkin, karena khawatir nanti rumahnya ambruk dan tidak diketahui.

“Kalau malam hari hujan deras, saya dan keluarga tidak bisa tidur dan terus terjaga sampai hujan reda, takutnya rumah amblas. Tetapi untuk ditinggalkan juga tidak mungkin, jadi serba salah,” keluhnya.

Zaenah dan warga Dusun Semaya lainnya berharap, segera ada penanganan untuk memperbaiki kondisi tanah di dusunnya.

Lihat juga...