Lebaran CDN

Pustaka Bergerak Tebar Buku Tanpa Kenal Libur

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Mengunjungi sejumlah titik di pedesaan dengan membawa buku bacaan terus dilakukan Ardi Yanto. Pegiat pustaka bergerak dengan motor perahu pustaka berasal dari Perpustakaan Nasional itu tetap menebar semangat literasi. Meski pandemi Covid-19, ia tetap bergerak membawa buku bacaan pada obrok tas di jok motor.

Saat libur sekolah tanpa adanya kegiata belajar mengajar (KBM) tatap muka kegiatan membaca buku kerap ditinggalkan. Pendekatan sederhana dilakukan olehnya dengan mendatangi sejumlah dusun tempat anak-anak berada. Tetap bergerak membawa buku sebutnya jadi cara agar anak-anak tidak terlena oleh gawai imbas belajar dalam jaringan (daring).

Buku bacaan ringan yang disediakan sebut Ardi Yanto meliputi buku cerita bergambar, dongeng, buku pengetahuan. Tetap bergerak kala masih libur dan masa pandemi Covid-19 membuat ia tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). Saat berkeliling membawa buku bacaan ia tetap membawa thermo gun, masker, penyanitasi tangan (hand sanitizer). Anak-anak yang membaca buku juga tetap diminta menjaga jarak

“Di sela-sela kegiatan saya sebagai penyedia jasa pembuatan kunci, plat nomor kendaraan dan kartu undangan saya menyempatkan waktu untuk membawa buku terutama saat liburan anak sekolah banyak berada di rumah bersama orangtua,” terang Ardi Yanto saat ditemui Cendana News, Kamis (24/12/2020).

Motor perahu pustaka yang dibawa Ardi Yanto, pegiat literasi, membawa buku-buku bacaan ke bukit pematang sunrise, Kamis (24/12/2020). -Foto Henk Widi

Aktivitas membawa buku sebagai pegiat literasi sebut Ardi Yanto juga menyasar pada spot wisata. Pematang sunrise, titik destinasi wisata alam yang ada di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni sebutnya kerap jadi lokasi membawa buku bacaan. Sebagian anak anak dan pemuda yang menghabiskan waktu untuk berlibur diberi buku bacaan bervariasi.

Fasilitas tempat bersantai di pematang sunrise sebut Ardi Yanto dilengkapi meja, kursi memadai. Fasilitas rumah pohon yang nyaman di atas pohon durian sebutnya menjadi tempat yang nyaman bagi anak anak yang membaca buku. Selain bagi anak anak buku yang disediakan juga bagi pengunjung yang datang ke destinasi wisata tersebut.

“Kami sediakan rak buku di bawah pohon durian untuk menyimpan buku agar anak-anak bisa memilih buku bacaan,” terangnya.

Ardi Yanto menyebut tidak libur untuk tetap bergerak menebarkan semangat literasi di pedesaan. Selain menyiapkan buku bacaan ia tetap bisa membantu kegiatan pada objek wisata. Meski kunjungan dibatasi namun penerapan protokol kesehatan tetap dilakukan pada objek wisata alam tersebut. Ia mengaku tetap bisa melakukan kegiatan literasi di objek wisata tersebut.

Ely Hasibuan, salah satu pengunjung objek wisata pematang sunrise menyebut buku bacaan jadi daya tarik bagi anak-anak. Lokasi nyaman untuk membaca buku sebutnya telah disediakan pengelola dengan kursi dan meja terbuat dari kayu. Saat berkunjung ke lokasi tersebut buku bacaan bergambar sangat menarik bagi anak-anak.

Berkunjung ke objek wisata alam dengan mengajak anak anak ia menyebut buku bacaan berguna untuk mengurangi kecanduan anak pada gawai. Meski masa liburan dan sistem belajar online, membaca buku tetap jadi kebutuhan pokok. Sejumlah buku bacaan yang cocok disediakan didominasi buku bacaan bergambar yang menarik bagi anak-anak.

Lihat juga...