Ragam Alat Memancing di Tengah Pandemi, Ramai Diburu

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Pandemi Covid-19, tidak menyurutkan masyarakat yang mempunyai hobi memancing, untuk beraktivitas. Malah, semakin bertambah untuk mengisi waktu luang, seiring kebijakan work from home (WFH).

Tingginya minat masyarakat untuk menekuni hobi tersebut, turut berimbas pada peningkatan beragam kebutuhan memancing. Mulai dari mata kail, timah, umpan, jaring, joran, dan perlengkapan lainnya.

Hal tersebut diakui pengelola toko alat pancing Selera Pancing 27, Muhammad Arif, saat ditemui di sela berjualan di toko tersebut, Jalan Ngesrep Timur V Sumorboto Semarang, Selasa (22/12/2020).

“Pandemi Covid-19 peminat olahraga atau hobi memancing meningkat. Sepi-sepinya, paling tidak dalam sehari bisa 25 orang datang ke toko. Terlepas mereka membeli atau hanya sekadar melihat-lihat, tapi secara umum ramai,” paparnya.

Pengelola toko alat pancing Selera Pancing 27, Muhammad Arif, saat ditemui di sela berjualan di toko tersebut, Jalan Ngesrep Timur V Sumorboto Semarang, Selasa (22/12/2020). -Foto: Arixc Ardana

Dirinya juga mengaku tidak menduga jika peminat hobi pancing begitu tinggi. Terlebih toko tersebut, baru dibuka sekitar empat bulan lalu.

“Awalnya, kita buka di kawasan Semarang atas, dengan menyasar penghobi memancing di air tawar, sungai dan seterusnya. Namun rupanya, yang datang juga dari mereka penggemar atau pemancing air laut. Banyak yang beli di sini, sementara memancingnya sampai luar kota Semarang,” terang Arif.

Layaknya toko pancing pada umumnya, ada ratusan item yang ditawarkan toko tersebut. Harganya pun bervariasi dari harga ribuan hingga jutaan rupiah.

“Kalau yang paling banyak dicari itu, umpan, mata pancing, timah dan senar. Ini karena benda-benda tersebut, yang sering kali rusak atau hilang. Misalnya nyangkut, ditarik putus, atau umpan dimakan ikan, ditarik putus atau hilang. Jadi mesti beli baru lagi,” lanjutnya.

Di satu sisi, semakin terjangkaunya harga peralatan pancing juga semakin meningkatkan jumlah penggemar memancing. “Sekarang ini, dengan uang Rp 300 – Rp 400 ribu, sudah dapat satu set lengkap peralatan memancing kelas standar. Kalau mau dinaikkan lagi, sekitar Rp 700 ribu, sudah dapat yang kualitas bagus, di atas rata-rata lah,” tambahnya.

Harga tersebut sudah termasuk joran, reel pancing, senar, umpan, mata kail, serta pernik lainnya. Diterangkan, harga yang relatif terjangkau tersebut, tidak terlepas dari semakin banyak pabrikan atau produsen perlengkapan pancing, dalam mengeluarkan produk.

“Misalnya pabrikan A, mengeluarkan joran grade atas, nanti tidak seberapa lama pabrikan B, mengeluarkan joran dengan tipe yang hampir sama, dengan kualitas sedikit dibawahnya, namun dengan harga yang lebih terjangkau. Ini membantu penghobi memancing, yang memiliki dana terbatas, namun tetap ingin memiliki perlengkapan yang cukup bagus,” lanjutnya.

Uniknya, selain menjual peralatan baru, toko yang memiliki akun instagram @selerapancing27 tersebut, juga menjual produk-produk second atau bekas pakai.

“Namun meski barang bekas pakai, namun bisa dipastikan kualitas dan tampilan like new, atau seperti baru. Ini khususnya untuk produk yang memiliki merek terkenal, dengan harga baru yang bisa mencapai jutaan rupiah,” lanjutnya.

Arif juga memaparkan, dalam memancing tidak bisa satu alat digunakan untuk semua kebutuhan. Semuanya disesuaikan dengan lokasi memancing apakah air tawar atau laut, kemudian jenis ikan yang akan ditangkap.

“Jenis ikan, tentu umpan yang digunakan juga berbeda. Ukuran mata kail berbeda, demikian juga dengan senar dan joran yang digunakan juga tidak sama. Itu sebabnya satu orang pemancing, umumnya memiliki alat pancing lebih dari satu. Disesuaikan dengan kebutuhan,” tandasnya.

Disinggung soal omzet, Arif tidak mau bercerita secara gamblang, namun setidaknya selama empat bulan berdiri, toko tersebut tidak pernah sepi pengunjung dan pembeli.

Sementara, salah seorang penghobi sekaligus pembeli, Susilo, mengaku sudah menggeluti hobi memancing sejak lima tahun lalu. Sempat berhenti, karena kesibukannya bekerja, kini hobi tersebut ditekuni kembali seiring kebijakan WFH dari kantornya.

“Sudah mulai memancing lagi sejak tiga bulan lalu. Sering kali mancing di kawasan Kaligawe, Genuk, sampai Mangkang. Ke sini mau beli mata pancing, senar dan timah,” paparnya.

Diakui hobi memancing membutuhkan kesabaran, namun justru disana letak tantangan dan keasyikannya. “Memancing itu tidak sekadar duduk dan menunggu umpan dimakan ikan, namun juga ada tekniknya. Terutama berkreasi dalam membuat umpan, bisa macam-macam, dari umpan tiruan, lumut, sampai pakai roti tawar,” pungkasnya.

Lihat juga...