Lebaran CDN

‘Rapid Test Antigen’ Solusi Menumpuknya Sampel ‘Swab’

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURBALINGGA – Adanya pembatasan alokasi pemeriksaan sampel ‘swab test’ di rumah sakit, membuat sampel ‘swab test’ menumpuk di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purbalingga. Guna mengatasi hal tersebut, Dinkes Purbalingga akan memberlakukan rapid test antigen yang hasilnya bisa langsung diketahui.

Kepala Dinkes Kabupaten Purbalingga, drg. Hanung Wikantono, mengatakan, Purbalingga hanya mendapat alokasi 100 sampel swab test untuk diuji di laboratorium Rumah Sakit Margono Soekardjo Purwokerto dan 100 sampel lagi diuji pada laboratorium rumah sakit di Purbalingga. Sehingga dalam satu hari hanya 200 sampel yang bisa dilakukan pemeriksaan.

“Pemeriksaan swab test terus berlanjut pada tiap-tiap kecamatan, sementara untuk pemeriksaan sampel di laboratorium dibatasi, sehingga terjadi penumpukan sampel hasil swab test,” katanya, Jumat (25/12/2020).

Mengingat setiap hari selalu bertambah sampel swab test yang harus disimpan oleh Dinkes Purbalingga, dikhawatirkan tempat penyimpanan tidak mencukupi lagi.

Lebih lanjut Hanung mengatakan, di Kabupaten Purbalingga ada 22 puskesmas dan semua puskesmas melakukan pemeriksaan swab test setiap harinya. Jumlahnya memang bervariasi, namun rata-rata sampai puluhan. Selain itu, Dinkes Purbalingga sendiri juga rutin melakukan tracing dan testing terhadap permohonan pengambilan sampel swab.

“Hasil tes lab PCR bisa kami dapatkan setelah 5-7 hari setelah sampel dikirim. Sementara, masyarakat khususnya yang diambil sampelnya ingin hasilnya cepat diketahui, mengingat yang bersangkutan melakukan isolasi sampai hasil pemeriksaannya keluar. Artinya jika hasil sampel tes semakin lama keluarnya, maka yang bersangkutan juga semakin lama harus isolasi,” kata Hanung.

Sehingga untuk mengatasi keterbatasan pemeriksaan sampel tersebut, Dinkes Purbalingga akan beralih melakukan rapid test antigen terhadap pasien Covid dan tracing sampel lanjutannya.

“Saat ini, kami masih mempertimbangkan mengadakan rapid test antigen agar hasilnya bisa segera diketahui, jadi masyarakat yang telah diambil sampelnya bisa langsung tahu dan mengambil langkah isolasi jika hasilnya reaktif,” kata Hanung.

Sementara itu, menanggapi hal tersebut, Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan, lamanya waktu untuk mengetahui hasil swab test harus segera diatasi. Hal ini untuk mengantisipasi supaya orang yang sudah melakukan swab test melakukan kontak dengan banyak kalangan.

“Kalau terlalu lama hasilnya, bisa jadi yang bersangkutan sudah melakukan aktivitas dan interaksi, padahal hasil swab test belum diketahui. Jika kemudian ternyata positif, akan membuat semakin lebar penyebaran Covid-19,” ucapnya.

Lihat juga...