Ratusan Ribu Mahasiswa PTKI Terima Subsidi Kemenag

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Kementarian Agama (Kemenag) telah melaksanakan proses penyaluran bantuan tahap pertama paket data sebesar 50GB kepada 464.415 mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dalam rangka mendukung kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Suyitno mengatakan, bahwa subsidi kuota itu terdiri atas 5 GB paket umum, dan 45 GB khusus paket belajar.

“Paket data ini diberikan kepada mahasiswa PTKI yang terdaftar pada aplikasi pangkalan data Ditjen Pendidikan Islam. Mereka juga masih berstatus aktif sebagai mahasiswa PTKI dan memiliki nomor ponsel yang aktif,” terang Suyitno dalam keterangan video yang diterima Cendana News, Rabu (2/12/2020).

Suyitno menambahkan, jumlah mahasiswa PTKI yang tercatat pada pangkalan data Diktis mencapai 1.117.786. Data ini yang diverifikasi dan validasi untuk memastikan mereka masih berstatus sebagai mahasiswa aktif sekaligus memiliki nomor ponsel yang aktif juga.

“Untuk mereka yang belum memiliki nomor ponsel aktif, dapat mengajukan permohonan nomor perdana kepada pihak kampus,” tegasnya.

Bukan hanya mahasiswa, Kemenag juga menyalurkan jutaan paket data internet kepada siswa madrasah. Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Ahmad Umar, mengatakan bahwa provider paket data hari ini mulai menginformasikan proses pengiriman subsidi kepada penerima.

“Total ada 7.635.376 paket data sebesar 35 GB bagi siswa MI, MTs, dan MA, serta 20 GB bagi siswa RA, secara bertahap akan disalurkan,” terang Umar pada kesempatan yang sama.

“Dalam rangka mensukseskan Pembelajaran Jarak Jauh, maka nomor anda akan mendapatkan subsidi kuota data internet dari Kementerian Agama RI,” lanjut Umar membacakan pesan dari provider yang dikirim ke nomor handphone para penerima.

Umar menambahkan, ada dua jenis subsidi yang diberikan untuk PJJ siswa RA dan madrasah, yaitu: paket kuota data dan kartu perdana. Paket kuota diberikan untuk siswa yang sudah memiliki kartu seluler yang aktif.

“Untuk kartu perdana, diberikan kepada siswa yang belum memiliki kartu seluler yang aktif. Mereka sudah didata oleh operator RA dan madrasah. Kartu akan diberikan sesuai provider yang mereka pilih,” tukas Umar.

Berikut Rekap Pengajuan Kuota Internet Siswa RA dan Madrasah Tahun 2020:

1. Indosat: 1.066.365 paket kuota dan 111.201 kartu perdana. Total 1.177.567 (15 persen).

2. Smartfren: 866.008 paket kuota, dan 24.952 kartu perdana. Total 890.960 (12 persen).

3. Telkomsel: 2.333.954 paket kuota, dan 691.660 kartu perdana. Total 3.025.614 (40 persen).

4. Tri: 415.621 paket kuota, dan 21.758 kartu perdana. Total 437.379 (6 persen).

5. XL: 1.995.860 paket kuota, dan 107.997 kartu perdana. Total 2.103.857 (28 persen).

Lihat juga...