Ratusan Warga Jatirahayu Bekasi Masih BAB Sembarangan

Editor: Koko Triarko

Amiruddin, Lurah Jatirahayu, Pondokmelati di kantornya,  Rabu (16/12/2020). –Foto: M Amin

BEKASI – Masih ada ratusan warga di wilayah kelurahan Jatirahayu, Pondokmelati, Kota Bekasi, Jawa Barat  yang buang air besar atau BAB sembarangan dengan langsung ke kali atau ke comberan, karena tidak memiliki septic tank.

“Secara persentase memang sedikit, dari total jumlah KK di wilayah Jatirahayu, hanya 0 sekian persen atau sekitar seratusan KK dikategorikan BAB sembarangan, dengan bermacam kondisi,” kata Lurah Jatirahayu, saat ditemui di kantornya, Rabu (16/12/2020).

Dikatakan, hal tersebut didukung oleh tempat tinggal warga yang memang tinggal di pinggir kali, sehingga berpikir septic tank tidak perlu. Ada juga warga yang memang membuat WC dalam rumah, namun salurannya langsung ke kali.

Menurut Amir, kondisi tersebut saat ini menjadi konsen di kelurahan Jatirahayu bersama Puskesmas dalam penangangan masalah tersebut. Karena dari 23 RW, kondisi BAB sembarang masih ditemukan di lima RW meliputi R 18, 13, 05 dan 04.

“Artinya dalam satu RW ada satu dua atau tiga terdapat warga masih BAB sembarang. Masih banyak di RW 05, untuk mengubah prilaku tersebut perlu proses. Kelurahan dan Puskesmas terus melakukan pendekatan persuasif,” tukasnya.

Dia mengisahkan, dari temuan di lapangan terdapat beberapa kategori BAB sembarang, karena ditemukan ada warga punya comberan atau semacam empang, limbah hajatnya langsung dibuang ke situ karena tidak memiliki septic tank, hal itu juga masuk kategori BAB sembarangan.

“Tapi banyak yang memang tinggal di bantaran kali. Di Jatirajayu ini  di jalan Raya Hankam ada kali Harun, antara kali dengan jalan itu jalur hijau, ada juga bangunannya itu  semacam dijual belikan, tapi ga memiliki septi tank, ada yang buang ke kali. Begitu sih rata-rata jadi keluhan,” jelasnya.

Atas hal tersebut, pihak kelurahan selain telah melakukan pendekatan secara persuasif, juga telah mengajukan ke dinas Permukiman Kota Bekasi melalui program sanitasi berbasis pedesaan, agar mereka bisa dibantu untuk dibuatkan septic tank. Dia berharap, semua yang diajukan mencapai ratusan KK tersebut bisa mendapatkan bantuan.

“Saya di lapangan terkadang warga juga meski sudah mampu, ketika diberi masukan terkait pentingnya septic tank, terkadang warga minta duitnya langsung. Padahal mereka mampu, dan memiliki banyak kontrakan.

Masih banyaknya warga di Jatirahayu BAB sembarang, juga diakui oleh salah satu Ketua RW setempat, Idris. Dia membenarkan, masih terdapat banyak warga BAB sembarang, terutama di lingkungan RW 05.

Sebelumnya, kelurahan setempat juga sudah mengumpulkan pelaku industri tahu, tempe dan pemotongan ayam yang selama ini langsung membuang limbah  Kali Sunter untuk diingatkan agar membuat IPAL.

Lihat juga...