Realisasi Dana PEN di Sulsel Mencapai Rp437,49 Triliun

Pakar ekonomi dari Universitas Hasanuddin, Dr Marzuki, DEA (kiri) dalam sebuah acara di Makassar– Foto Ant

Terutama karena dukungan belanja perlindungan sosial yang meningkat tajam, sementara kelompok menengah atas masih menunda konsumsinya. Selain itu, investasi juga meningkat signifikan seiring dengan berlanjutnya proyek pembangunan fisik yang tertunda. Juga kinerja ekspor sedikit membaik, kendati impor mengalami penurunan.

Dr Marzuki mengatakan, pandemi COVID-19 telah memperlambat kinerja semua lini, termasuk sektor pertanian di Sulsel yang pertumbuhannya terkoreksi hingga minus dua persen. “Sulsel yang selama ini sebagai daerah penyangga pangan nasional, namun kini sektor pertaniannya anjlok hingga minus dua persen, tentu akan berpengaruh dengan daerah lainnya,” kata Marzuki di Makassar.

Daerah lain khususnya di Kawasan Timur Indonesia (KTI), sangat bergantung pada suplai beras dari Sulsel. Sehingga jika produksi pertanian di daerah ini terganggu, maka daerah lain pun merasakan dampaknya. Berkaitan dengan hal tersebut, akan ada pekerjaan besar bagi pengambil kebijakan di Sulsel, pasalnya, perekonomian Sulsel sebagian besar bertumpu pada sektor pertanian. (Ant)

Lihat juga...