Relokasi Korban Pergerakan Tanah di Desa Ciroyom Garut Menunggu Rekomendasi PVMBG

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman (kiri), meninjau rumah warga yang terdampak pergerakan tanah di Desa Ciroyom, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (24/12/2020) – Foto Ant

GARUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat masih menunggu hasil kajian dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), sebelum memutuskan untuk merelokasi rumah warga korban pergerakan tanah di Desa Ciroyom, Kecamatan Cikelet.

Tercatat warga yang menjadi korban pergerakan tanah di daerah tersebut ada di empat kampung. “Kami menunggu hasil penelitian daripada PVMBG, saya menunggu rekomendasi apakah ini harus direlokasi, kemudian relokasinya harus seperti apa,” kata Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, Kamis (24/12/2020).

Pemkab Garut disebutnya, sudah melakukan langkah penanganan terhadap dampak dari bencana pergerakan tanah di empat kampung yang ada di wilayah selatan Garut itu. Laporan sementara, ada 28 rumah yang rusak, seperti retak-retak pada bagian dinding rumah, sehingga penghuninya harus diungsikan. “Memang ini bencana pergerakan di Desa Ciroyom dan ini sangat luas meliputi empat kampung,” tandasnya.

Lihat juga...