Ribuan Batang Rokok Ilegal Beredar di Lumajang

Petugas Bea Cukai Probolinggo dan Satpol PP Lumajang menunjukkan barang bukti puluhan ribu batang rokok ilegal hasil operasi di Kantor Satpol PP Lumajang, Senin (30/11/2020) – foto Ant

LUMAJANG – Petugas Bea Cukai Probolinggo dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berhasil mengamankan sekira 36.500 batang rokok ilegal, dari 27 beragam merek rokok di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Penyitaan rokok tersebut merupakan bagian dari Operasi Pemberantasan Rokok Ilegal oleh Bea Cukai Probolinggo, yang bekerja sama dengan Satpol PP. Kegiatannya digelar dalam rangka menekan laju peredaran rokok ilegal di Lumajang. “Kami telah melakukan operasi, hasilnya 27 merek rokok ilegal yang berbeda-beda berhasil diamankan,” kata Kepala Satpol PP Lumajang, Matali Bilogo, Senin (30/11/2020).

Dari operasi tersebut, telah dilakukan tindakan penyitaan barang bukti, dan pemberian peringatan kepada pihak bersangkutan. Hal itu dalam upaya meminimalisir, serta mempersempit peredaran rokok ilegal di Lumajang. “Untuk tahun ini, sementara kami lakukan penyitaan barang bukti yang dilakukan oleh Bea Cukai dan pemberian peringatan berupa pembuatan surat pernyataan,” katanya.

Kepala Subseksi Penindakan dan Sarana Operasi Bea Cukai Probolinggo, Hitamawan Robertho menjelaskan, dari beberapa kriteria rokok ilegal yang berhasil diamankan di Lumajang, mayoritas memiliki kriteria tanpa dilengkapi pita cukai atau polos. “Rokok ilegal itu memiliki beberapa kriteria, khususnya yaitu rokok tanpa pita (polos), pita yang memang bukan diperuntukan, serta pita tapi bukan atas nama pabrik tersebut, dan di Lumajang tanpa dilengkapi pita cukai,” jelasnya.

Dan untuk meminimalisir dan mempersempit peredaran rokok ilegal di Lumajang, pihaknya akan melakukan langkah-langkah sosialisasi tentang kriteria rokok ilegal kepada masyarakat. Hal itu menjadi pilihanm karena pedagang rokok mengaku masih banyak yang belum mengerti ciri-ciri rokok ilegal. “Jadi kebanyakan dari hasil penyitaan itu masyarakat masih belum mengerti betul apa arti cukai. Kebanyakan di daerah pedalaman, jadi masih lebih melakukan sosialisasi,” jelasnya.

Operasi tersebut dimulai 5 November 2020 lalu, dengan melibatkan stakeholder dari instansi-instansi terkait, seperti Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta Dinas Perdagangan Kabupaten Lumajang. (Ant)

Lihat juga...