Ruang Isolasi COVID-19 di Kota Sukabumi Penuh, Konfirmasi Positif Terus Bertambah

Data sebaran kasus COVID-19 Kota Sukabumi, Jabar pada Senin (30/11/2020) – foto Ant

SUKABUMI – Ruang isolasi khusus pasien COVID-19 di rumah sakit rujukan di Kota Sukabumi sudah terisi penuh. Hal tersebut disebabkan terus bertambahnya kasus penularan virus yang bisa menyebabkan kematian tersebut.

“Ruang isolasi di rumah sakit rujukan seperti RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi sudah penuh, sehingga sejumlah pasien terkonfirmasi positif dirujuk ke sejumlah rumah sakit,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Sukabumi, Wahyu Handriana, Senin (30/11/2020).

Menurutnya, sejumlah rumah sakit rujukan yang ada di Kota Sukabumi seperti RSUD R Syamsudin SH dan RS Secapa Polri Sukabumi, tidak hanya merawat pasien dari dalam kota saja. Tetapi juga merawat pengidap COVID-19 dari luar daerah.

Dengan kondisi tersebut, ruang isolasi menjadi penuh. Sementara, kasus infeksi baru yang dialami warga Kota Sukabumi setiap harinya terus bertambah. Dan jumlahnya lebih banyak, dibandingkan dengan jumlah pasien yang sembuh. Pada Senin (30/11/2020), kasus baru bertambah 24 orang, yang tersebar dari beberapa kecamatan. Sehingga warga yang terkonfirmasi COVID-19 di Kota Sukabumi saat ini sudah mencapai 1.012 orang.

Dari jumlah tersebut, 676 orang pasien dinyatakan sembuh, 314 orang pasien masih menjalani isolasi baik secara mandiri maupun di rumah sakit. Sebanyak 22 pasien meninggal dunia. Pasien meninggal dunia ini mayoritas berusia lanjut dan memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Pasien positif yang bisa memilih isolasi mandiri mempertimbangkan kondisi kesehatannya cukup baik. “Agar bisa melayani pasien COVID-19 yang membutuhkan perawatan instensif, saat ini RSUD R Syamsudin SH kembali menambah ruang isolasi, agar bisa menampung pasien khususnya yang kondisinya membutuhkan alat bantu pernafasan,” jelasnya.

Wahyu mengatakan, hingga saat ini status Kota Sukabumi masih berada di di zona oranye COVID-19. Maka dari itu, agar tidak meningkat menjadi zona merah, warga diimbau agar terus meningkatkan disiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan. (Ant)

Lihat juga...