Saham-saham Utama di Wall Street Ditutup Beragam

Illustrasi - Suasana Wall Street, Bursa Saham AS - Foto Ant

NEW YORK – Indeks-indeks utama Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), ketika kekhawatiran atas varian baru virus Corona dan data ekonomi yang mengecewakan mencuri perhatian dari pengesahan RUU paket bantuan Covid-19 yang telah lama tertunda.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 200,94 poin atau 0,67 persen menjadi berakhir di 30.015,51 poin. Indeks S&P 500 turun 7,66 poin atau 0,21 persen menjadi ditutup di 3.687,26 poin. Sebaliknya, Indeks Komposit Nasdaq berhasil naik 65,40 poin atau 0,51 persen menjadi berakhir pada 12.807,92 poin.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup merah, dengan energi turun 1,74 persen, memimpin pelemahan. Sementara itu, teknologi dan real estat naik masing-masing 0,86 persen dan 0,61 persen, hanya dua kelompok yang maju.

Saham-saham terkait perjalanan berada di bawah tekanan, setelah jenis baru Covid-19 dan lebih menular terdeteksi di Inggris mendorong pembatasan mobilitas baru.

Kongres AS menyetujui paket bantuan Covid-19 senilai 900 miliar dolar AS pada Senin (21/12/2020) malam, setelah berbulan-bulan mengalami kebuntuan dan negosiasi yang berat, ketika warga Amerika bergulat dengan meningkatnya kejatuhan ekonomi dan kesehatan karena pandemi.

Paket bantuan yang telah lama ditunggu kemungkinan akan meredam dampak pandemi, tetapi para ekonom dan beberapa anggota parlemen mengatakan itu tidak cukup untuk mendukung ekonomi yang porak poranda, menyerukan lebih banyak tindakan bantuan dan upaya untuk mengendalikan virus.

Amerika Serikat telah mencatat lebih dari 18,1 juta kasus Covid-19, yang dikonfirmasi dengan kematian terkait melebihi 321.000 pada Selasa (22/12/2020) sore, menurut penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins, keduanya merupakan angka tertinggi di dunia.

Di sisi data, Indeks Keyakinan Konsumen AS turun menjadi 88,6 pada Desember dari pembacaan November 92,9, The Conference Board yang berbasis di New York melaporkan pada Selasa (22/12/2020).

“Penilaian konsumen terhadap kondisi saat ini memburuk tajam pada Desember, karena kebangkitan Covid-19 tetap menjadi penghambat kepercayaan,” kata Lynn Franco, direktur senior Indikator Ekonomi di The Conference Board. (Ant)

Lihat juga...