Sambut Nataru, Pengelola Obwis ‘Pematang Sunrise’ Benahi Fasilitas

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) pengelola objek wisata (obwis) Pematang Sunrise membenahi fasilitas.

Hasran Basri, salah satu pengelola objek wisata di perbukitan ujung Sumatera itu menyebut, fasilitas yang disediakan untuk memanjakan wisatawan. Fasilitas yang disediakan menurutnya berupa akses jalan, area parkir, rumah pohon, meja dan kursi, toilet.

Hasran Basri, salah satu anggota pengelola objek wisata Pematang Sunrise di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, menyiapkan kursi dan meja terbuat dari kayu, Minggu (20/12/2020) – Foto: Henk Widi

Hasran Basri bilang, pengelolaan objek wisata Pematang Sunrise dilakukan oleh pemuda setempat. Spot foto objek wisata tersebut jadi favorit bagi wisatawan dengan latar belakang Selat Sunda.

Faktor keamanan untuk objek wisata di atas bukit tersebut juga akan dilengkapi dengan pagar pembatas. Sebab selain pengunjung orang dewasa sebagian anak-anak juga datang ke lokasi tersebut.

Pembenahan akses jalan sebutnya dimulai dari perbatasan Dusun Kayu Tabu. Akses jalan dari Jalinsum KM 3 menuju ke Dusun Kayu Tabu sebutnya bisa mencapai 3 kilometer berupa jalan aspal dan rigid beton.

Namun akses melintasi perkebunan warga masih berupa jalan tanah. Gotong royong pembenahan akses jalan dilakukan dengan pengerasan memakai semen, batu dan pasir.

“Sejak sebulan terakhir kedatangan wisatawan berangsur meningkat karena fasilitas telah memadai. Pengelola juga terus meningkatkan ketersediaan layanan yang bertujuan memberikan kenyamanan pada objek wisata alam yang kami kelola,” terang Hasran Basri saat ditemui Cendana News, Minggu (20/12/2020).

Wisatawan yang datang sebut Hasran Basri, sebagian memilih menginap. Aktivitas menginap bagi pehobi wisata alam dilakukan dengan menggunakan tenda. Sebagai cara untuk memberi kenyamanan bagi wisatawan, pengelola telah menyediakan area berkemah (camping ground). Lokasi yang disediakan telah diratakan untuk area berkemah menghadap ke Selat Sunda.

Hasran Basri menyebut, penyediaan fasilitas meja, kursi di obwis Pematang Sunrise memakai bahan bekas. Kayu utuh yang berasal dari beberapa pohon tumbang dipotong menjadi papan. Papan tersebut digunakan untuk tempat duduk dan meja sekaligus menjaga estetika spot foto. Selain penggunaan kayu, bambu hitam digunakan untuk pembuatan kursi santai.

Lihat juga...