Sanggar Sahabat Sampah di Bekasi, Ubah Sampah jadi Berharga

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Sanggar Sahabat Sampah di Kota Bekasi, melakukan pelestarian lingkungan dengan pemanfaatan limbah plastik jadi barang berharga. Di tangan mereka sampah ternyata bisa jadi memiliki nilai jual yang tinggi.

Itulah yang dilakukan Listya Dewi Ratnawati, pemilik Sanggar Sahabat Sampah di Kelurahan Perwira, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat. Dia mengubah berbagai jenis plastik menjadi busana untuk fashion show atau pun festival budaya.

“Kami sudah sejak 2014, membuat beragam jenis kerajinan menggunakan sampah yang tidak laku di lapak untuk diubah menjadi berbagai karya seperti busana festival dan lainnya,” ungkap Listya Dewi Ratnawati kepada Cendana News, Rabu (23/12/2020).

Listya Dewi Ratnawati (kiri), pegiat Sanggar Sahabat Sampah, mengkreasikan berbagai jenis barang daur ulang sampah, Rabu (23/12/2020) – Foto: Muhammad Amin

Berkat karya Sanggar Sahabat Sampah, mereka kerap dibawa ke berbagai perlombaan festival budaya di berbagai daerah mewakili Kota Bekasi. Bahkan pada tahun 2019, semua busana festival saat HUT Kota Bekasi ke-22 seperti burung merak, dan lainnya merupakan karya Sanggar Sahabat Sampah yang dibuat dari sampah.

Menurutnya, Sanggar Sahabat Sampah di Bekasi, tidak hanya berkarya pada gaun fashion show tapi juga ecobrick, seperti kostum pembuatan kursi dari botol plastik, dan lainnya.

“Kami memiliki bank sampah namanya juga Sahabat Sampah. Jadi bahan baku untuk berbagai jenis busana tersebut diambil dari sampah yang tidak laku terjual. Seperti sayap untuk busana fashion budaya, itu dibuat menggunakan plastik jas hujan,”ungkapnya.

Pembuatan dilakukan sendiri di sanggar, Listya, mengaku, mendesain sendiri berbagai jenis kostum, untuk kemudian dijahit oleh tenaga khusus. Untuk harga jual pun, tergolong tinggi, satu kostum dari bahan sisa sampah plastik tersebut dijual dengan harga Rp1,8 juta hingga Rp3 jutaan.

Daur ulang sampah sebenarnya sudah dilakoni Sahabat Sampah sejak tahun 2014 lalu. Saat itu karena anaknya diajak untuk mengikuti deklarasi Indonesia Bersih Sampah di Surabaya.

“Kebetulan anak saya diajak nyanyi Sahabat Sampah karya Papa T Bob. Kemudian Kementerian Lingkungan Hidup minta untuk menyanyikan lagu Sahabat Sampah,” tandasnya mengakui sanggarnya menjadi binaan Disparbud.

Sejak itu, Sanggar Sahabat Sampah kerap mewakili Dinas Pariwisata Kota Bekasi, di berbagai pagelaran festival budaya atau kesenian. Berbagai model dikreasikan dari sampah plastik, seperti busana adat Papua, model bunga, burung dan lainnya semuanya dari daur ulang.

Saat ini, dalam aktivitas di lingkungannya tidak hanya Sanggar Sahabat Sampah. Tetapi terus berkembang bahkan dengan adanya bank sampah, penanaman hidroponik memanfaatkan daur ulang sampah dan lainnya, yang dikreasikan dari sampah.

“Membuat varian kelompok Sahabat Sampah selain menjual yang bisa dijual, sisanya dikreasikan menjadi beragam kerajinan seperti ecobrick, busana, dan lainnya,” pungkas dia.

Lihat juga...