Sanggar Sahabat Sampah di Bekasi, Ubah Sampah jadi Berharga

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

Pembuatan dilakukan sendiri di sanggar, Listya, mengaku, mendesain sendiri berbagai jenis kostum, untuk kemudian dijahit oleh tenaga khusus. Untuk harga jual pun, tergolong tinggi, satu kostum dari bahan sisa sampah plastik tersebut dijual dengan harga Rp1,8 juta hingga Rp3 jutaan.

Daur ulang sampah sebenarnya sudah dilakoni Sahabat Sampah sejak tahun 2014 lalu. Saat itu karena anaknya diajak untuk mengikuti deklarasi Indonesia Bersih Sampah di Surabaya.

“Kebetulan anak saya diajak nyanyi Sahabat Sampah karya Papa T Bob. Kemudian Kementerian Lingkungan Hidup minta untuk menyanyikan lagu Sahabat Sampah,” tandasnya mengakui sanggarnya menjadi binaan Disparbud.

Sejak itu, Sanggar Sahabat Sampah kerap mewakili Dinas Pariwisata Kota Bekasi, di berbagai pagelaran festival budaya atau kesenian. Berbagai model dikreasikan dari sampah plastik, seperti busana adat Papua, model bunga, burung dan lainnya semuanya dari daur ulang.

Saat ini, dalam aktivitas di lingkungannya tidak hanya Sanggar Sahabat Sampah. Tetapi terus berkembang bahkan dengan adanya bank sampah, penanaman hidroponik memanfaatkan daur ulang sampah dan lainnya, yang dikreasikan dari sampah.

“Membuat varian kelompok Sahabat Sampah selain menjual yang bisa dijual, sisanya dikreasikan menjadi beragam kerajinan seperti ecobrick, busana, dan lainnya,” pungkas dia.

Lihat juga...