Satgas Covid-19 Sikka Pulangkan 14 Pasien Positif

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami penambahan 12 kasus. Namun sebelum hasil pemeriksaan swab dari RSUD Prof. W.Z. Johannnes Kupang keluar, pasien positif ini sudah dikembalikan ke rumahnya. Termasuk 2 pasien lainnya.

Sebanyak 12 pasien positif Covid-19 ini sudah selesai menjalani karantina mandiri selama 14 hari dan tidak menunjukkan gejala sehingga dinilai sehat dan dipulangkan Selasa (15/12/2020) namun Rabu (17/12/2020) mereka dinyatakan positif.

“Sebelum sampel swab-nya keluar, 12 pasien positif ini sudah dipulangkan,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sikka, Petrus Herlemus saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka di Kota Maumere, Jumat (18/12/2020).

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sikka, Petrus Herlemus saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan di Kota Maumere, Jumat (18/12/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Petrus mengatakan, 10 pasien positif ini merupakan bagian dari 24 anggota Brimbo Maumere yang baru kembali dari Jakarta sehingga menjalani karantina di Kantor BPBD Sikka selama 14 hari.

Selain itu tambahnya, 2 pasien positif lainnya yakni Ny. MA (39) pelaku perjalanan dari Makasar dan seorang laki-laki berinisial MMB (30) sopir PT. Nindya Karya.

“Sementara 2 pasien positif lainnya yakni 1 di ruang isolasi RS TC Hillers Maumere dan di Waipare juga sudah dipulangkan. Sehingga mulai hari ini Kabupaten Sikka negatif Covid-19 dan sudah kembali ke zona hijau,” ucapnya.

Petrus menjelaskan, revisi terakhir pedoman penanganan Covid-19 bulan September 2020 yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan berdasarkan pedoman dari WHO, bila selama 10 hari tidak menunjukkan gejala maka dinyatakan sembuh dan dikembalikan ke rumahnya.

Ia menegaskan, bila karantina melebihi 14 hari maka bisa melangkahi aturan dan terkait dengan anggaran yang sudah ditetapkan terkait penanganan masa karantina dan isolasi.

“Mereka dikembalikan dengan membawa surat dari Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka yang menyatakan bebas Covid-19. Revisi pedoman 5 penanganan Covid-19 dikeluarkan oleh WHO dan diturunkan oleh Kementerian Kesehatan,” terangnya.

Petrus menandaskan, seharusnya hasil swab diumumkan 24 jam setelah pengambilan sampel swab tetapi kondisi di NTT tidak bisa seperti yang tertulis di aturan.

Kondisi ini terjadi kata dia, karena banyaknya sampel dari 22 kabupaten dan kota sementara pemeriksaannya hanya di Laboratorium Biologi dan Molekular RSUD Prof. W.Z. Johannes Kupang saja.

“Sampel swab yang diperiksa sangat banyak sehingga harus antre. Makanya ketika hasil swab-nya keluar, pasien positif telah selesai menjalani masa karantina dan isolasi,” ucapnya.

Sementara itu, Rohana, salah seorang pelaku perjalanan asal Kota Maumere meminta agar hasil tes swab bisa cepat keluar sehingga warga yang melakukan tes swab bisa segera mengetahuinya.

Dirinya berharap agar pemerintah pusat menambah alat tes swab agar pemeriksaan swab bisa berjalan maksimal dan hasilnya cepat diketahui agar tidak menimbulkan transmisi lokal.

“Dulu Pemerintah Provinsi NTT katakan akan ada alat tes swab di Maumere dan di Sumba sehingga tidak semua menumpuk di Kota Kupang. Tapi kenyataannya sekarang semua sampel swab diperiksa di Kupang,” sesalnya.

Data terbaru Covid-19 di NTT dari website Satgas Covid-19 NTT, Kamis, (17/12/2020) Pukul 16.00 WITA menyebutkan penambahan kasus positif Kota Kupang  44 kasus berasal dari transmisi lokal.

Selain itu, Kabupaten Flores Timur ada 11 kasus dengan rincian 5 kasus transmisi lokal serta 6 pelaku perjalanan dimana 3 kasus pelaku perjalanan dari Kupang serta Jakarta, Batam dan Maumere masing-masing 1 kasus.

Juga Kabupaten Sumba Timur ada 4 Kasus yakni 3 Kasus transmisi lokal dan 1 pelaku perjalanan dari Denpasar, Kabupaten TTS 3 kasus transmisi lokal, Ngada 2 kasus transmisi lokal serta Malaka dan Sabu Raijua masing-masing 1 kasus transmisi lokal.

Sementara pasien yang sembuh terdiri dari Kabupaten Ngada 27 kasus,Kota Kupang 13, Kabupaten Manggarai Barat 5 serta Kabupaten Malaka dan Flores Timur masing-masing 1 kasus.

Lihat juga...