Sejumlah Gereja di Kudus Laksanakan Malam Natal Secara Virtual

Pelaksana tugas Bupati Kudus, Hartopo, didampingi Dandim 0722/ Kudus, Letkol Kav Indarto, saat melakukan monitoring di Gereja Santa Yohanes Evagelista di Jalan Sunan Muria Kudus, Jawa Tengah, untuk memastikan pelaksanaannya berjalan lancar dan mematuhi protokol kesehaan, Kamis (24/12/2020) malam – Foto Ant.

KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bersama kepolisian dan TNI, melakukan pemantauan pelaksanaan ibadah malam perayaan Natal di sejumlah gereja di daerah tersebut. Dari hasilnya, sejumlah gereja dilaporkan menyelenggarakan ibadah malam Natal secara virtual.

“Hasil pemantauan di tujuh gereja yang ada di kawasan perkotaan, tercatat tiga gereja di antaranya menyelenggarakannya secara virtual dan selebihnya dengan tatap muka,” kata Pelaksana Tugas Bupati Kudus, Hartopo, di sela-sela memantau pelaksanaan misa di Gereja Santa Yohanes Evagelista di Jalan Sunan Muria Kudus, Kamis (24/12/2020) malam.

Untuk laporan secara keseluruhan, secara teknis Hartopo mengaku belum menerima laporan. Semua jajaran di tingkat kecamatan masih melakukan monitoring kondisi di wilayahnya, dan belum memberikan laporan secara terperinci.

Monitoring tersebut bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para jemaat, dalam melaksanakan ibadah pada Hari Raya Natal. Gereja yang menyelenggarakan ibadah secara tatap muka diklaim, sudah mengikuti aturan protokol kesehatan dengan menerapkan 3M, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun serta menjaga jarak. Untuk pemuka agama yang terpapar COVID-19, seperti yang terjadi di Desa Payaman, sudah diantisipasi dengan menggabungkan jemaatnya dengan gereja terdekat.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kudus, Harso Widodo menambahkan, dari 45 gereja di Kabupaten Kudus, tercatat 27 gereja menyelenggarakan perayaan natal. “Dari jumlah sebanyak itu, sekitar 16 gereja hanya menyelenggarakan secara langsung, sedangkan lainnya ada gereja yang menyelenggarakan secara virtual maupun langsung. Ada pula yang memang hanya menyelenggarakan ibadah natal secara virtual,” ujarnya.

Hal itu, tentunya dalam rangka mengurangi kerumunan di gereja sebagai upaya mencegah kemungkinan terjadinya penularan virus corona. Berdasarkan surat edaran Bupati Kudus nomor 800/4575/39.00/2020 tentang Pelaksanaan Prokes Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2021 Serta Kegiatan Penyelenggaraan Ibadah Natal dan Menyambut Tahun Baru Dalam Masa Pandemi COVID-19 disebutkan, jumlah umat yang dapat mengikuti ibadah dan perayaan Natal secara tatap muka maksimal 50 persen dari jumlah kapasitas tempat ibadah. Masing-masing tempat ibadah, juga harus menyiapkan petugas secara mandiri, untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan ibadah. (Ant)

Lihat juga...