Sejumlah Kampus di Jogja Mulai Persiapkan Kuliah Tatap Muka

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Sejumlah kampus di Yogyakarta diketahui mulai melakukan persiapan untuk bisa melaksanakan kuliah tatap muka mulai awal tahun depan. Meski mendesak untuk segera dilaksanakan, namun pihak kampus mengaku tak ingin tergesa mengingat situasi pandemi yang masih belum stabil.

Salah satu kampus di Yogyakarta, Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) mengaku baru akan mulai menerapkan kuliah tatap muka pada awal tahun 2021. Meskipun tetap akan dikombinasikan dengan sistim kuliah jarak jauh/daring, atau bisa disebut blended learning.

Rektor UCY, Ciptasari Prabawanti SPSi MSc PhD, mengatakan situasi pandemi yang masih belum stabil menjadi alasan pihak kampus belum berani menerapkan sistem kuliah tatap muka secara penuh. Karena itu kombinasi serta modifikasi proses kuliah tatap muka harus tetap dilakukan, seperti misalnya penerapan protokol kesehatan ataupun pelaksanaan program magang bagi mahasiswa.

“Situasi pandemi saat ini kan masih belum stabil. Masih naik turun. Karena itu kita harus tetap waspada. Tidak boleh lengah. Walaupun memang orang sudah semakin tahu bagaimana mengatasinya,” katanya di sela acara doa bersama jajaran kampus UCY, Rabu (09/12/2020) malam.

Rektor mengakui peniadaan kuliah tatap muka selama pandemi sejak beberapa bulan terakhir, memang telah menimbulkan sejumlah kerugian bagi kampus maupun mahasiswa itu sendiri. Pasalnya dengan sistem kuliah daring, ada banyak hal yang dulu sebenarnya mudah dilakukan, namun menjadi sulit untuk dilakukan saat ini karena butuh penyesuaian atau modifikasi.

“Kuliah daring sepertinya mudah, tapi sebenarnya tidak mudah. Ada cara komunikasi yang tidak selalu mudah dilakukan. Seperti misalnya untuk menjelaskan hal praktik. Contoh saja di teknik sipil. Dengan sistem kuliah jarak jauh tentu akan susah. Karena butuh peralatan, butuh praktek,” katanya.

Sementara bagi mahasiswa, kuliah tatap muka juga sangat diperlukan. Pasalnya para mahasiswa datang ke kampus tidak hanya sekedar untuk meningkatkan kemampuan akademik, namun juga kapasitas sosial seperti misalnya dalam berorganisasi. Sementara lewat sistem daring, tentu proses interaksi dan komunikasi antar manusia menjadi sulit karena medianya sangat terbatas.

“Pertanyaannya apakah mahasiswa angkatan sekarang (dengan sistem daring), kualitas lulusannya akan sama dengan mahasiswa sebelum-sebelumnya?,” ungkapnya.

Universitas Cokroaminoto Yogyakarta sendiri menggelar kegiatan doa bersama yang diikuti segenap jajaran civitas akademika untuk menyongsong awal baru yang lebih baik di masa pandemi. Rektor menyebut UCY baru saja melewati sekaligus menyelesaikan kerja besar. Mulai dari penerimaan mahasiswa baru, hingga penerapan sistem baru.

“Lewat doa bersama ini kita memohon agar tahun ini bisa lebih baik. Tahun depan UCY bisa berkembang lebih baik lagi. Dengan sistem pendidikan dan pengelolaan akademik yang lebih baik,” katanya.

Lihat juga...