Lebaran CDN

Sejumlah Saluran Air di Bekasi Utara Dipenuhi Sampah

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Sejumlah saluran air di wilayah Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat masih banyak yang tersumbat dan bermasalah. Hal itu membuat sejumlah permukiman dikhawatirkan rawan banjir memasuki musim penghujan mendatang

Jalal, Camat Bekasi Utara dikonfirmasi Cendana News, terkait program lingkungan hidup antisipasi banjir memasuki musim hujan nanti, Rabu (30/12/2020). Foto: Muhammad Amin

Pantauan Cendana News di Bekasi Utara, sejumlah saluran air baik di jalan raya ataupun di permukiman warga, terlihat banyak yang dipenuhi sampah aneka jenis bahkan tidak sedikit terlihat air meluber karena dangkal, belum dikeruk‎. Hingga air meluber ke jalan dari saluran rumah tangga.

Antaranya terlihat saluran air disekitar Kelurahan Harapan Jaya tepatnya areal pasar Seroja dan jalur Jalan Raya Kaliabang Tengah saluran air dipenuhi sampah plastik yang tidak pernah dibersihkan. Terlihat kondisi sampah menumpuk dan menutup saluran air tepat di gorong gorong disamping ruko rumah makan sederhana.

“Ini sudah lama sering terjadi tumpukan sampah inikan jalan raya Kali Abang Tengah tepatnya di samping rumah makan sederhana, sementara saluran air ini melintasi perumahan warga,” kata Aryanto, warga Bekasi Utara Kepada Cendana News, Rabu (30/12/2020).

Persoalan di Bekasi Utara tidak hanya saluran air, tapi maraknya sampah liar juga kerap terjadi di berbagai titik. Meskipun sudah diambil petugas kebersihan tetapi beberapa hari kemudian sampah liar muncul lagi.

Camat Bekasi Utara, Jalal dikonfirmasi terpisah, terkait lingkungan di wilayahnya mengakui sudah memerintahkan setiap kelurahan melaksanakan giat K3 dalam rangka menjaga lingkungan antisipasi terjadi banjir memasuki musim hujan.

Terkait sampah liar, Jalal mengakui masih banyak terjadi. Namun, dia mengatakan bahwa sampah tersebut dibuang oleh warga Kabupaten Bekasi. Berbagai cara sudah dilakukan untuk mencegah, tapi beberapa waktu kemudian kembali terjadi.

“Upaya mengantisipasi sudah dilakukan di jaga bahkan ditangkap orang yang buang sampah. Tapi beberapa waktu kemudian kembali terjadi,” ungkapnya kepada Cendana News.

Kesempatan itu dia menolak jika wilayah Bekasi Utara dikategorikan rawan banjir. Menurutnya bukan banjir tapi rawan tergenang air. Karena kalau rawan banjir itu wilayah dekat dengan kali dan lama surutnya.

“Jika titik genangan air cukup banyak terjadi di beberapa kelurahan wilayah Bekasi Utara.
Dari dulu wilayah di sini adalah rawa, dan sekarang jadi perumahan jika hujan terjadi genangan air, meski lama turunnya,” jelasnya.

Namun demikian dia mengakui sudah melakukan antisipasi dengan meminta kelurahan bersama RT/RW menggiatkan K3 dengan membersihkan saluran air, sidementasi sampah dan lainnya.

“Bahkan setiap lingkungan yang ingin mengajukan tempat penampung air saya sudah minta mengajukan masterplant,” ujarnya mengakui bahwa wilayah Bekasi Utara tiga tahun terakhir kerap dilanda angin puting beliung.

Lihat juga...