Sekolah di Bekasi Mulai Inventarisir Persiapan KBM Tatap Muka

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Sejumlah sekolah di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai menginventarisasi perlengkapan sekolah guna persiapan pembelajaran tatap muka yang akan dilaksanakan semester genap pada 11 Januari 2020 nanti.

Salah satu bentuk persiapan menyambut kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka tersebut seperti membentuk tim khusus sesuai dengan arahan sesuai arahan dalam regulasi kesepakatan empat menteri.

“Kami membuat tim yang akan mengatur dalam tiga hal pertama tim pengaturan kurikulum, kedua mengatur tata ruang, kebersihan dan keamanan, ketiga pelatihan dan publikasi termasuk komunikasi dan sosialisasi,” papar Dini, Kepala Sekolah SMP Negeri 12 Kota Bekasi, kepada Cendana News, Kamis (10/12/2020)

Dikatakan, saat ini tim terus melakukan koordinasi guna mematangkan persiapan KBM tatap muka, dengan cheklist kebutuhan tempat cuci tangan serta mapping jalur dalam menjaga jarak sesuai peraturan Kemendikbud.

Salah satu yang dipersiapkan saat ini, dengan membuat form pemetaan responden persetujuan orang tua sebagai salah satu persyaratan. Ia memastikan untuk komite insyaallah sudah menyetujui.

Lebih lanjut dikatakan bahwa harus  dipahami bahwa sekolah tatap muka bukan di wajibkan sesuai SKB empat menteri. Tetapi pesannya lebih kepada diperbolehkan, yang dalam hal ini sesuai persetujuan kepala daerah, komite hingga wali murid.

“Untuk teknis Disdik sudah memberi  sosialisasi bahwa aturannya ada fase, meliputi masa transisi dan masa adaptasi baru. di masa transisi berapa persen siswa yang masuk dulu hingga dua bulan,”ujarnya.

Setelah itu baru ada peninjauan dari Diknas terkait perkembangan. Jika tidak muncul klaster baru yang mengkhawatirkan  tentu KBM tatap muka bisa dilanjut. Sebaliknya jika ada temuan tentu ditutup.

“Pada masa simulasi jumlah siswa yang masuk 25 persen, dengan menggunakan sistem shift. Regulasi jam belajar sekolah yang menentukan,” tandasnya.

Persiapan juga sudah dilakukan oleh SMK Binakarya Mandiri 2, Pengasinan. Kepala Sekolah, Ayung Sardi Daulay, kepada Cendana News mengaku sekolahnya sudah lebih siap jika diperbolehkan melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka.

“Kami tentu lebih siap, dan telah menyiapkan semua sarana protokol kesehatan di sekolah. Mulai dari mapping jalur, sampai ke memperbanyak tempat cuci tangan,”ujarnya.

Diakuinya selama ini SMK Binakarya Mandiri 2, untuk kelas praktek  jaringan ataupun mesin masih datang ke sekolah meski jumlahnya di batasi.

“Semua sudah jenuh, belajar di rumah karena terlalu lama. Saya aja selalu ditanya wali murid agar bisa segera membuka KBM tatap muka, karena anaknya sudah banyak berubah seperti kelayapan atau lainnya,” papar Ayung.

Lihat juga...