Sekolah Tatap Muka di Sikka Tunggu Keputusan Bupati

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Pandemi Covid-19 di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, menyebabkan proses pembelajaran tatap muka di sekolah berjalan tidak maksimal. Sejak April, aktivitas belajar mengajar berlangsung daring dan kadang tatap muka sesuai perkembangan kasus Covid-19 di daerah ini, guna mencegah penularan di sekolah.

“Kami akan kembali melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tanggal 8 Januari 2021” kata Kepala Sekolah SMPN1 Maumere, Vitalis P. Sukalumba, S.Pd., saat dihubungi Cendana News, Kamis (24/12/2020).

Vitalis mengatakan, pembelajaran tatap muka sempat berjalan selama dua bulan. Namun karena kasus transmisi lokal banyak terjadi dan membuat kaupaten Sikka kembali masuk zona merah Covid-19, pembelajaran tatap muka di sekolah dihentikan sejak November lalu.

Kepala Sekolah SMPN 1 Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Vitalis P. Sukalumba, S.Pd., saat ditemui di sekolahnya, Kamis (17/12/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Saat ini, pihaknya juga masih menunggu keputusan Bupati Sikka terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Setelah mulai masuk sekolah tanggal 8 Januari nanti, kami akan melihat keputusan Bupati Sikka, apakah pembelajaran sudah bisa dilakukan tatap muka di kelas atau tidak,” ucapnya.

Pihak sekolah, kata Vitalis, akan mengundang komite untuk membahasnya dan gedung sekolah juga harus disemprot disinfektan terlebih dahulu, dan dibersihkan agar steril.

Ia sepakat, sekolah tetap menerapkan protokol kesehatan sambil menunggu perkembangan kasus Covid-19 dan keputusan dari pemeritah, terkait metode pembelajaran yang harus dilaksanakan.

“Setelah ada keputusan Bupati Sikka, kita akan melakukan rapat bersama dengan komite membahas langkah-langkah selanjutnya. Kita berharap, kondisi pandemi Covid-19 bisa segera berakhir, sehingga kita bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka seperti biasa,” ungkapnya.

Sementara itu, SDK Nangameting, KBM akan dimulai pada 6 Januari 2021. Namun, piha sekolah juga masih harus menunggu keputusan Bupati.

Guru di SDK tersebut, Shinta, mengatakan, sekolahnya mulai libur sejak 18 Desember 2020 setelah melaksanakan ujian semester. Guru menyiapkan bahan ujian di sekolah dan orang tua atau wali murid setiap hari datang mengambilnya.

“Setelah murid mengerjakan bahan ujian, orang tua murid atau wali yang mengantarnya ke sekolah. Kami masih menerapkan protokol kesehatan secara ketat, agar tidak ada penularan Covid-19 di lingkungan sekolah,” ucapnya.

Lihat juga...