Selalu Fress, Resep Sosis Solo Mampu Bertahan di Tengah Pandemi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PURWOKERTO — Tak banyak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mampu bertahan bahkan meningkatkan omset penjualan di tengah pandemi Covid-19 yang berkepanjangan. Dengan resep selalu menyediakan stok sosis solo yang fress dan menerapkan protokol kesehatan, produksi Dapoer Soslo ini mampu berkembang di tengah pandemi.

Pemilik Dapoer Soslo, Dian Lifaniati di Purwokerto, Selasa (1/12/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Pemilik Dapoer Soslo, Dian Lifaniati mengatakan, ia tidak pernah menyetok sampai lebih dari satu hari. Sehingga saat sampai ke tangan konsumen, dipastikan dalam kondisi fress.

“Kita produksinya sebagian besar berdasarkan pesanan yang masuk, sehingga tidak pernah ada sisa produk dalam jumlah banyak. Jadi kalau mau membeli dalam jumlah banyak, harus pesan dulu, minimal sehari sebelumnya,” jelasnya, Selasa (1/12/2020).

Sejak produksi beberapa bulan lalu, secara perlahan namun pasti, omset penjualan meningkat. Jika sebelumnya, produksi hanya tiga kali dalam satu minggu, sekarang rata-rata sudah lima kali seminggu. Jumlah produksinya juga meningkat, jika sebelumnya rata-rata 20 kotak untuk sekali produksi, sekarang sudah mencapai 50 kotak lebih. Sehingga dalam satu minggu minimal penjualan sosis solo mencapai 250 kotak.

Produk Dapoer Soslo ini memproduksi dua jenis sosis solo, yaitu dengan isian pedas dan tidak pedas, serta ada yang kemasan siap goreng dan ada yang sudah digoreng. Untuk kemasan yang sudah matang harganya Rp 25.000 per bungkus berisi 10 buah sosi solo.

Untuk yang belum digoreng hanya dipatok harga Rp 20.000 per bungkus. Ditambah bonus, untuk pemesanan di wilayah Kota Purwokerto, akan diantar sampai di rumah tanpa biaya tambahan.

Selain stok produk yang selalu fress, lanjut Fani, sapaan Dian Lifaniati, penerapan protokol kesehatan dalam memproduksi sosis solo juga penting. Termasuk dalam pengemasan produk hingga sampai pengiriman ke tangan konsumen.

“Untuk pengiriman produk ke konsumen kita pastikan terbungkus rapat dan tetap higienis, itu sangat penting untuk memberikan rasa aman bagi konsumen di tengah pandemi ini,” tuturnya.

Dengan tagline ‘Rasa Tak Pernah Dusta’, saat ini sosis solo buatan Fani sudah menembus pasar berbagai kalangan. Mulai dari perkantoran pemerintah, perkantoran swasta, ibu rumah tangga, hingga komunitas-komunitas yang aktif di medsos.

Salah satu pelanggannya, Anjar Asmara mengatakan, sosis solo produksi Daoper Soslo sangat beda dengan sosis solo yang banyak dijual di toko-toko makanan. Menurutnya, isi sosis solo lebih banyak, padat dan rasanya juga lebih mantap.

“Walaupun kita goreng pagi dan baru dimakan siang atau sore misalnya, kulit sosis solonya tetap lebut dan kenyal, sama sekali tidak mengeras,” katanya.

Lihat juga...