Selama Pandemi Madu Asli Sikka Banyak Dicari

Editor: Koko Triarko

Sonya mengaku, penjualan madu meningkat drastis sehingga stoknya pun habis. Namun setelah ada panen sejak Agustus lalu, stok madu mulai tersedia sehingga penjualan pun mulai stabil.

Menurutnya, pembeli madu asli kebanyakan dari kalangan manengah ke atas, serta kantor-kantor pemerintah dan swasta untuk diberikan kepada tamu yang datang dari luar Kabupaten Sikka.

“Banyak kantor yang membelinya untuk diberikan kepada para tamunya yang datang dari luar Kabupaten Sikka dan NTT. Biasanya dijadikan oleh-oleh dan sering tamu pun memesan kembali saat stok yang dimiliki telah habis,” ucapnya.

Pemanjat madu hutan, Martinus Meda, warga Desa Wolonwalu, Kecamatan Bola, mengatakan, biasanya madu hutan banyak ada di pohon Manggeris, bahasa lokal dinamakan Ojang.

Martinus mengatakan, dalam satu pohon bisa terdapat 50 sampai 60 sarang lebah madu hutan yang biasa dipanen pada bulan September dan Oktober, saat bulan gelap dan ada juga yang ada di pohon Kemiri.

“Tahun ini karena kemarau panjang sehingga hasil panen pun berkurang, hingga hampir setengahnya. Panen madu pun terlambat hingga Oktober, bahkan November, karena hasil madunya belum banyak,” ungkapnya.

Lihat juga...