Seminggu Dibuka, Objek Wisata Baturaden Masih Sepi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANYUMAS — Meskipun sudah dibuka kembali selama satu minggu, namun tingkat kunjungan di Lokawisata Baturaden masih sangat sedikit. Pada hari biasa kunjungan hanya pada kisaran 350 – 400 orang dan pada hari Minggu hanya sampai 1.000 orang.

Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Wakhyono di Purwokerto, Minggu (20/12/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

“Masih sangat sepi pengunjung, hari Minggu saja hanya sampai 1000 orang lebih sedikit. Padahal jika mengacu pada data selama pandemi Covid-19, tingkat kunjungan pernah mencapai 2.446 orang, saat libur Maulid Nabi lalu,” kata Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Wakhyono kepada Cendananews, Minggu (20/12/2020).

Terkait masih sepinya tingkat kunjungan wisata ke Baturaden tersebut, menurut Wakhyono dipicu oleh beberapa faktor. Antara lain situasi pandemi Covid-19 yang terus mengalami penambahan kasus positif, sehingga banyak wilayah yang memberlakukan aturan rapid tes antigen untuk para pendatang.

“Di wilayah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), semua memberlakukan aturan wajib rapid test antigen bagi pendatang, hal ini sangat berpengaruh pada tingkat kunjungan wisatawan. Mereka menjadi enggan untuk berwisata lintas daerah karena aturan tersebut,” jelasnya.

Sementara untuk wisatawan dari lokal daerah setempat, faktor intensitas hujan yang cukup tinggi membuat para wisatawan enggan untuk mengunjungi objek-objek wisata. Sebagaimana diketahui, di wilayah Banyumas kerap turun hujan lebat, bahkan disertai angin kencang yang beberapa kali sampai menimbulkan banjir dan longsor.

Sedangkan faktor ketiga yaitu status Kabupaten Banyumas yang baru saja keluar dari zona merah penyebaran Covid-19. Menurut Wakhyono, hal tersebut juga sangat berpengaruh terhadap tingkat kunjungan wisata. Sekalipun seluruh tempat wisata sudah menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak, namun ada kecenderungan wisatawan enggan datang ke daerah yang penambahan kasus positif Covid-19 terbilang tinggi.

Meskipun begitu, lanjut Wakhyono, dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata yang sudah dilakukan penyesuaian, saat ini PAD sudah melampaaui target. Yaitu mencapai 4 miliar, dari total target PAD pariwisata Rp 3,2 miliar.

Sementara itu, salah satu pengunjung di Lokawisata Baturaden, Adit mengatakan, sepinya pengujung membuat Lokawisata Baturaden lebih nyaman untuk dikunjungi, Sebab, jika pada situasi normal, untuk menggunakan satu wahana permainan saja, harus mengantre cukup lama.

“Sekarang justru enak, tinggal naik saja untuk berbagai wahana wisata, tidak perlu mengantre panjang,” tuturnya.

Lihat juga...